Tampilkan postingan dengan label basement. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label basement. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Mei 2021

Tipe Struktur Basement

 Basement adalah sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau  Tipe Struktur Basement
Basement


Basement yaitu sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau sebagian terletak di bawah tanah. Berdasarkan tata cara bantuan yang dipakai, maka struktur basement mampu dibedakan sebagai berikut ini :

Tipe A – Perlindungan Tanki (Tanked Protection)

 Basement adalah sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau  Tipe Struktur Basement
Tipe A – Perlindungan Tanki (Tanked Protection)
Struktur tidak mempunyai sumbangan integral untuk melawan penetrasi air tanah dan selanjutnya sangat bergantung pada lapisan membran kedap air (waterproofing membrane).

Sistem struktur anti air yang diseleksi mesti mampu menanggulangi tekanan hidrostatik dari air bawah tanah, bersama dengan lapisan yang ada sesuai dengan beban yang ditumpu.
 
Struktur tembok dapat memakai pratekan (prestressed), beton yang dikuatkan atau beton polos ataupun batuan keras dengan tata cara struktural kedap air digabungkan secara eksternal selama konstruksi. Atau mampu dipraktekkan secara internal pada basement yang sudah tamat dibangun.
 Basement adalah sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau  Tipe Struktur Basement
Tipe A – Perlindungan Tanki (Tanked Protection)

Tembok batuan keras (masonry) bisa jadi memerlukan penambahan semen untuk menciptakan permukaan yang cukup  anggun  untuk  menerima  sistem  kedap  air  yang  diharapkan. Bentuk  konstruksi  ini  cukup mumpuni tergantung dari metode kedap air (waterproofing) yang digunakan, juga menciptakan ketahanan yang tingggi dari pergerakan air tanah.

Baca juga :  Apakah Semen Lama Kualitasnya Turun ?
                              

Tipe B – Perlindungan integral terstruktrur (structurally integral protection)

Struktur membutuhkan pembangunan struktur itu sendiri untuk dibangun selaku kulit integral tahan air. Pembangunan beton yang dikuatkan atau pratekan yang tanpa alternatif lain, struktur basement haruslah  dirancang  dengan  parameter  yang  pasti  dan  ketat  untuk  memastikan  ketahanan  airnya.

Tipe B – Perlindungan integral terstruktrur (structurally integral protection)


Kebanyakan desain mesti dibangun sesuai dengan rekomendasi BS 8007 atau BS 8110, yang memperlihatkan petunjuk kwalitas beton dan jarak antar tulangan.

Tanpa adanya komplemen membran yang terpisah, bentuk konstruksi ini mampu dikatakan tidak sama tahannya kepada air dan pergerakan uap air seperti tipe A atau C.

Baca juga : Daya Tahan Beton Dipengaruhi oleh Faktor Berikut Ini

Tipe C – Perlindungan dengan pengaliran (drained protection)

Struktur menggabungkan rongga alir di antara struktur basement. Ketergantungan permanen dari pada rongga ini untuk mengumpulkan air tanah sepanjang palung rembesan struktur dan langsung meneruskan air tersebut ke pembuangan air dari drainase atau dengan pemompaan.

Tipe C – Perlindungan dengan pengaliran (drained protection)


Struktur tembok mampu memakai pratekan (prestressed), beton yang dikuatkan atau beton polos  ataupun  batuan  keras.  Tembok  basement  bab  luar  harus  memiliki  ketahanan  yang  cukup terhadap air untuk menentukan rongga air yang ada hanya mendapatkan limpahan air yang terkontrol. Jika tidak, metode rongga ini tidak mampu mengatasi air bah melalui batas limpahan air utamanya selama keadaan tornado/banjir.

Bentuk konstruksi ini cukup mumpuni tergantung dari metode kedap air (waterproofing) yang dipakajuga menciptakan ketahanan yang tingggi dari pergerakan air tanah.

Tipe C – Perlindungan dengan pengaliran (drained protection)

Sumber https://www.arsitur.com/

Senin, 12 April 2021

Aturan Merancang Basement

 ada beberapa hal yang juga sebaiknya diperhatikan Aturan Merancang Basement
hukum mendesain basement


Untuk membangun basement pada bangunan, ada beberapa hal yang juga sebaiknya diperhatikan, ialah:

Memperhatikan Garis Sempadan

Pada saat akan mulai membangun, amati posisi garis sempadan basement. Biasanya posisi garis sempadan basement lebih maju dibandingkan Garis Sempadan Bangunan (GSB) dan mendekati garis sempadan pagar.

Memperhatikan Kondisi di Sekitar Area Terbangun

Pembangunan  basement  perlu  mengenali  keadaan yang  ada  di  dalam tanah,  mengingat terkadang dipergunakan untuk jalur utilitas seperti pemipaan (plumbing), jaringan telepon maupun listrik. 

Selain utilitas bangunan, perhatikan pula lingkungan sekitar utamanya area yang memiliki batas dengan tetangga, mengenang dinding yang dibangun pada basement tidak mampu semuanya berimpit dengan dinding tetangga karena akan mengusik kekuatan bangunannya.

Apabila bagian basement ada yang menempel pada salah satu bagian dinding tetangga,  maka kita dapat menggunakan sheet pile. Sheet pile ini biasanya yang dibuat dari baja  atau  beton  yang  berfungsi  sebagai  retaining  wall. 

Retaining  wall  memiliki kegunaan  untuk menahan beban tekanan tanah dan air. Apabila residensial tetangga yang bersebelahan dengan area basement  mempunyai  dua  lantai,  maka  cara  paling kondusif  yang bisa  ditempuh  adalah dengan menciptakan jarak sekitar 1.5 meter dengan bab dinding tetangga.

Posisi Muka Air Tanah

Kondisi muka air tanah pada tiap wilayah tentu berlawanan-beda. Jika wajah air tanah di lahan terbangun cukup tinggi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Langkah pertama ialah dengan merencanakan pompa, kemudian mem-blocking area kerja di sekitarnya dengan plastik atau terpal.

Hal ini dilaksanakan untuk mengatisipasi gangguan genangan air pada saat proses pengerjaan konstruksi (pengecoran dan perakitan tulangan). Selanjutnya buatlah parit- parit  di  sekitar  area  pembangunan  basement  untuk  mengalirkan  air  di  sekitar  lokasi lalu memompanya ke luar area kerja. Dengan keadaan area kerja yang kering akan memperlancar pembuatan konstruksinya.

Antisipasi Terhadap Air

Jika pada bangunan normal, prinsip dasar utilitas pemipaan air menggunakan tata cara gravitasi, dimana air dialirkan dari tempat yang lebih tinggi ke daerah yang rendah, namun dalam perancangan basement penyusunan rencana utilitas pemipaannya mesti dibantu dengan alat mekanis. 

Misalnya pada bab basement dibangun kamar mandi atau toilet jikalau mengacu pada prinsip gravitasi, maka air buangan harus dialirkan ke kawasan yang lebih rendah, mengingat area basement memiliki level lantai yang sudah rendah maka air buangannya harus dipompa ke atas supaya bisa dikeluarkan.

Cara lain yang bisa dilakukan yaitu dengan menciptakan septic tank yang lebih rendah dari lantai basement. Mengingat tugas pompa sungguh penting maka untuk mengantisipasi kerusakan mekanik pada pompa, dianjurkan agar menyediakan pompa cadangan.

Untuk mempermudah metode utilitasnya, lazimnya di sekeliling basement dibentuk jalan masuk air (selokan) keliling yang berfungsi mengalirkan air buangan ke dalam tempat penampungan. Dari kawasan penampungan inilah air dipompakan ke atas..

Dinding Basement

Dinding pada basement harus dirancang agar kuat dan berpengaruh, mengenang fungsinya selaku retaining wall (penahan beban tekanan tanah dan air). Ketebalan dinding betonnya berkisar antara 15-17.5 cm, bergantung pada kedalaman lantai basement-nya. Sementara untuk mengantisipasi adanya rembesan air,  dinding mutlak diberi lapisan waterproofing.

Material Basement

Masalah utama yang sering muncul pada area basement yaitu kelembaban, mengenang letaknya yang berada di bawah dan prosentase waktu terkena cahaya matahari yang tidak terlalu banyak. Sementara permasalahan air tanah yang tidak terselesaikan dengan benar dan tuntas ketika pembangunan basement-pun akan menyebabkan kondisi yang lembab.

Selain tidak sehat,  keadaan lembab juga  mampu  menghancurkan ruangan  dan  benda-benda  yang ada  di dalamnya. Dinding basement yang condong lembab dan basah  menjadikan  proses pengecatan tidak mampu berlangsung dengan sempurna  dan menciptakan cat menjadi tidak rata. Solusi untuk mengatasinya yaitu menggunakan cat yang bersifat waterproof untuk melapisi dindingnya.

Jika berniat  melapisi  dinding  basement  dengan  wallpaper  seharusnya  perlu dipikirkan ulang mengenang lawan utama dari wallpaper yakni air. Dalam keadaan lembap dan lembab, wallpaper akan mudah terjangkit jamur.  Bahan lain yang perlu dihindari pada keadaan basement yang lembab adalah karpet. Sebab materi karpet  jikalau dipasang pada lantai yang lembab lama-kelamaan akan mengeluarkan bau tidak sedap.

Jika kelembaban basement agak tinggi, hindari perabot yang berbahan kayu, partikel board maupun materi lain yang tidak tahan terhadap keadaan lembab. Lebih baik pilihlah perabot yang berbahan tahan kepada air, misal yang yang dibuat dari plastik.

Sirkulasi Udara

Basement yaitu ruangan yang berada di bawah tanah, jadi sangat dimungkinkan jikalau mempunyai tingkat kelembaban tinggi. Untuk  menghindarinya rencanakan metode sirkulasi udara yang bagus dan benar. Oleh sebab itu perlu dipikirkan perihal sirkulasi udara di dalamnya.



Demikianlah megenai basement, biar bermanfaat. Terima kasih

Sumber https://www.arsitur.com/

Menawarkan Sistem Sirkulasi Udara Di Basement

Basement ialah ruangan yang berada di bawah tanah, jadi sangat dimungkinkan jikalau mempunyai tingkat kelembaban tinggi. Untuk  menghindarinya rencanakan metode sirkulasi udara yang baik dan benar. Oleh sebab itu perlu dipikirkan perihal sirkulasi udara di dalamnya. Ada 2 jenis sirkulasi udara yang bisa diterapkan pada basement Anda.

Sirkulasi udara alami.

Sirkulasi ini tidak membutuhkan perlindungan alat sirkulasi udara mekanis. Menggunakan tata cara sirkulasi udara alami di basement memiliki beberapa keuntungan khususnya dari segi operasional yang lebih hemat. Ada  beberapa  cara  untuk   menemukan  sirkulasi  udara  alami  pada basement.

Menerapkan tata cara semi basement.

 Basement adalah ruangan yang berada di bawah tanah Menyediakan Sistem Sirkulasi Udara di Basement
Semi basement

Pada sistem ini tidak semua bangunan basement dibangun di bawah tanah, tetapi ada bab dari basement yang berada di atas tanah. Bagian inilah yang berikutnya dapat dimanfaatkan untuk ventilasi.

 Basement adalah ruangan yang berada di bawah tanah Menyediakan Sistem Sirkulasi Udara di Basement
Semi basement

Menggunakan sunken level.

 Basement adalah ruangan yang berada di bawah tanah Menyediakan Sistem Sirkulasi Udara di Basement
Sunken level

Sunken level ini dibentuk dengan cara dimana satu segi dari besement terbuka ke luar, sementara level lantainya direndahkan selevel dengan lantai basement. Dengan mempunyai salah satu sisi yang menghadap ke luar. Sisi yang menghadap ke luar dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan sirkulasi udara alami.

 Basement adalah ruangan yang berada di bawah tanah Menyediakan Sistem Sirkulasi Udara di Basement
basement sunken level


Membangun rumah di lereng atau lahan yang miring.

 Basement adalah ruangan yang berada di bawah tanah Menyediakan Sistem Sirkulasi Udara di Basement
lahan miring (img by david yek architect)

Membangun basement pada rumah di  lahan   miring   memang   memberi   laba  ganda. Selain bisa dimanfaatkan untuk sirkulasi alami, posisinya yang miring mampu pula dimanfaatkan untuk mengalirkan air, sehingga meminimalkan penggunaan alat mekanis (pompa) pada basement dan semi basement.

 Basement adalah ruangan yang berada di bawah tanah Menyediakan Sistem Sirkulasi Udara di Basement
basement lahan miring

Sirkulasi udara buatan.

Jika memang sirkulasi alami tidak memungkinkan, baik karena kondisi basement yang tidak mampu dirancang memakai penghawaan alami maupun sebab kekurangan lahan sehingga tidak bisa menerapkan sunken level, maka cara lain  yang bisa dijalankan yaitu dengan menggunakan sirkulasi udara mekanis, misal AC maupun exhaust fan.

Demikianlah tentang tata cara sirkulasi udara di basement. Sebaiknya penyeleksian jenis sirkulasi disesuaikan dengan fungsi basement. Misalnya dikala memakai basement untuk parkir kendaraan, maka semestinya memakai exhaust fan sehingga udara kotor dan asap kendaraan tidak tertimbun di dalam basement.

Jika basement dipakai untuk residensial insan maka perlu menyediakan udara higienis sehingga tidak mengakibatkan penyakit.

Sumber https://www.arsitur.com/

Minggu, 11 April 2021

Pencahayaan Dan Penghawaan Di Basement

Untuk mendapatkan pencahayaan dan penghawaan alami pada basement memang tidak mirip bangunan lain lazimnya . Basement merupakan bangunan yang tertutupi oleh tanah dan berbagai flora sehingga menghasilkan berbagai dilema dalam mendapatkan pencahayaan dan penghawaan alaminya.

 Untuk mendapatkan pencahayaan dan penghawaan alami pada basement memang tidak seperti ban Pencahayaan dan Penghawaan di Basement
Pencahayaan dan Penghawaan di Basement


Permasalahan yang ada bekerjasama pada keterbatasan jangkauan dari pencahayaan dan penghawaan alami yang bisa didapatkan pribadi dari alam dan lebih memanfaatkan serta mengandalkan metode pencahayaan dan penghawaan produksi.

Sehingga membatasi  penggunaan  jendela,  ventilasi  dan  tajil,  yang  juga  menghipnotis kelancaran sirkulasi masuk-keluarnya udara, serta membatasi ukuran desain yang dapat di buat alasannya adalah kesulitan dalam memperlihatkan pencahayaan dan pengahawaan alami pada setiap ruangan yang ada.

Sistem Pencahayaan pada Basement

Sistem pencahayaan yang manis adalah visibility atau jarak pandangan. Oleh alasannya itu pencahyaan menjadi salah satu aspek yang paling penting dalam sistem pencahayaan basement. Dengan tata cara pencahayaan yang bagus mengakibatkan visibility yang baik bagi civitas yang melakukan kegiatan didalamnya.

Dalam mendesain pencahayaan di dalam basement, prioritas utama adalam kekuatan cahaya yang cukup. Dikarenakan bangunan basement yang tertutup atau bawah tanah sukar mendapatkan pencahayaan alami. Sehingga sangat bergantung pada pencahayaan buatan untuk peneranggannya. Sistem pencahayaan pada bangunan parkir mesti memperhatikan hal-hal berikut :

a. Untuk  memaksimalkan visibility,  cahaya  lampu  pada  area  basement  harus  seragam warnanya,   karena   jika   sebaliknya   akan   menimbulkan   bayangan   dan   spot-spot tersembunyi yang tidak terdeteksi oleh security.

b. Perlu diamati bahwa sinar matahari pada tepi bangunan atau cahaya lampu pada sekitar kawasan lampu padat mengakibatkan bayangan kontras pada tempat yang lain.

c. Hindari adanya glare (cahaya silau) karena glare mampu menghipnotis pandangan dengan meminimalisir tingkat kekontrasan suatu objek kepada latar belakang (background). Ini berbahaya sebab mampu menimbulkan kesulitan untuk melihat jarak. Ini mampu dihindari dengan :
  • Peletakkan lampu yang bagus semoga tidak menyebabkan cahaya yang silau.
  • Peletakkan   lampu   yang   ditempatkan   pada   lokasi   yang   memang   memerlukan pencahayaan saja.
  • Fixture pencahayaaan lampu harus dapat mengemban amanah, mudah perawatannya, terlindungi dari vandalisme.
  • Penutup dinding yang berwarna putih atau sama dengan warna cahaya untuk mengoptimalkan cahaya pada basement. Warna terperinci cenderung memantulkan cahaya jikalau dibandingkan warna gelap.

Sistem Penghawaan pada Basement

Sistem  penghawaan pada  basement sungguh  penting karena menyangkut kenyamanan, kesehatan dan kesegaran. Sistem penghawaan produksi sungguh dubutuhkan pada gedung parker basement alasannya terletak pada level di bawah tanah dan susukan udara pribadi cuma pada entry/exit kendaraan.

Umumnya tata udara alami sungguh sulit untuk diterapkan pada basement. Jarak antar bangunan terlampau sempit sehingga gerak sirkulasi udara kurang lancar dan itu kurang baik bagi penghawaan alami. Udara luar intensitas polusi terlalu tinggi berasal dari asap kendaraan, asap pabrik dan abu sehingga udara yang masuk tidak higienis.

Udara tersebut mampu berpengaruh tidak baik untuk kesehatan pemakai gedung. Pemilihan konsep tata udara produksi pada Bangunan basement tidak mampu dihindari. Peraturan yang menertibkan tata cara ventilasi bangunan basement yaitu :

a. Bangunan basement yang tertutup dilengkapi sistem mekanis untuk mencampakkan udara kotor dari dalam, minimal 50% udara ruang harus diambil pada ketinggian maksimal 0.60 m diatas lanyai.

b. Pada basement  yang terdiri dari lebih satu lantai,  gas atau  udara  kotor harus cepat dikeluarkan supaya tidak mengusik udara higienis pada basement.

Demikianlah tentang pencahayaan dan penghawaan di basement, semoga berfaedah dan terima kasih.

Sumber https://www.arsitur.com/

Senin, 28 September 2020

Pengertian Basement Dalam Bangunan

Basement adalah sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau sebagian terletak di bawah tanah. Basement yakni ruang bawah tanah yang merupakan bab dari bangunan gedung. Pada periode ini basement dibuat sebagai perjuangan untuk memaksimalkan penggunaan lahan yang kian padat dan mahal.



basement untuk parkir


Tidak semua bangunan memiliki basement. Untuk bangunan yang memilikinya, tungku perapian (furnace), alat penghangat air (water heater), pelataran kendaraan beroda empat dan metode pengaturan suhu dari satu rumah atau bangunan secara khas terlokasi pada tingkatan terbawah bangunan ini; sehingga menjadi suatu ketentraman tersendiri untuk pemasangan dan aplikasi bab seperti sistem distribusi elektrik, dan titik distribusi televisi kabel.

konstruksi basement



Basement menunjukkan satu potensi untuk andal bangunan untuk meraih suatu titik balik dalam pengeluarannya, dan customer/klien untuk mendapatkan laba dengan membangun suatu bagunan yang bernilai potensi lebih.

Basement biasanya dipakai sebagai ruang utilitas untuk bangunan, tempat ruang utilitas seperti boiler, penghangat air, panel pemutus atau kotak sekering, kawasan parkir, dan tata cara pendingin udara. Begitu juga akomodasi seperti metode distribusi listrik dan titik distribusi televisi kabel. Di kota-kota dengan harga properti yang tinggi, mirip Jakarta, basement atau ruang bawah tanah sering dilengkapi dengan akomodasi sehingga dapat dipakai sebagai ruang kerja.

Baca Juga : Aturan Merancang Basement

Basement atau ruang bawah tanah sejatinya telah ada sejak zaman dahulu dimana beberapa istana kerajaan mempunyai ruang bawah tanah sebagai kawasan bersembunyi atau melarikan diri. Basement menjadi lebih mudah dibangun sejak adanya industrialisasi dalam pembangunan rumah.

Mesin penggali bertenaga besar mirip backhoe dan front-end loader sudah mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk menggali ruang bawah tanah secara dramatis ketimbang menggali dengan tangan dengan sekop, meskipun sistem ini mungkin masih dipakai di negara meningkat .

Sistem bangunan dengan basement sangat sesuai digunakan untuk bangunan tinggi. Pada bangunan tinggi, dibutuhkan pondasi yang sangat dalam, ketimbang membiarkan pondasi besar yang dalam ke tanah, lebih baik difungsikan selaku ruang untuk utilitas atau back office.

Baca Juga : Menyediakan Sistem Sirkulasi Udara di Basement

Meskipun basement ialah salah satu cara untuk mengurangi lahan dan menawarkan ruang servis, pada rumah tinggal basement jarang dibuat alasannya adalah ongkos yang dikeluarkan mampu mencapai 1,5 kali lebih banyak dibandingkan ongkos menciptakan struktur tingkat.

Namun, meski tergolong mahal tetapi bukan berarti pembuatan basement tidak dimungkinkan. Basement sering dimanfaatkan untuk fungsi ruang servis mirip gudang, workshop, ruang basuh, toilet maupun ruang-ruang yang memerlukan tolok ukur khusus mirip home theatre dan ruang musik/studio yang memerlukan kekedapan bunyi lebih tinggi sehingga tidak mengganggu tetangga.

Keuntungan dari eksistensi basement ialah kita mampu menyembunyikan aktivitas-kegiatan yang tidak yummy dipandang mata orang luar (contohnya ruang ME, gudang, dll) dan kita dapat memaksimalkan penggunaan ruang pada lantai yang ada di atasnya.

 

Aplikasi dan Penggunaan Basement dalam Bangunan

Aplikasi dan penggunaan basement pada bangunan sungguh luas dan bisa digunakan sebagai penyelesaian untuk menambah ruang yang diperlukan. Basement yakni solusi terbaik untuk memperbesar kapasitas parkir kendaraan sehingga jumlah mobil dan sepeda motor yang bisa ditampung bertambah banyak. Berikut ini merupakan contoh aplikasi basement pada bangunan.

Basement adalah sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau s Pengertian Basement dalam Bangunan
pola basement pada bangunan hotel

Penggunaan basement paling kerap dibuat untuk bangunan hotel untuk menghemat lahan parkir hotel. Sebuah hotel tentunya membutuhkan tampilan bangunan yang estetis dan tidak terusik oleh banyaknya kendaraan yang parkir sehingga semua kendaraan hadirin dan pengurus hotel akan diarahkan ke basement. Selain untuk parkir, basement hotel juga dipakai selaku daerah untuk utilitas MEP.

Basement adalah sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau s Pengertian Basement dalam Bangunan
pola basement pada bangunan mall

Basement pada bangunan mall juga sungguh diharapkan untuk perhiasan ruang terutama parkir kendaraan. Pengunjung mall yang banyak membutuhkan tempat parkir yang luas, tak aneh bila pada basement mall dibentuk bertingkat ke bawah untuk fasilitas parkir.

Basement adalah sebuah tingkat atau beberapa tingkat dari bangunan yang keseluruhan atau s Pengertian Basement dalam Bangunan
contoh basement pada rumah (Armadillo House / Formwerkz Architects)

Basement juga mampu dibuat di rumah selaku gudang atau kawasan meletakan MEP. Jika ingin menciptakan basement di rumah pastikan mempunyai metode yang mampu melindungi basement dari air dan metode untuk mengeluarkan air tersebut dari basement.

Demikianlah tentang perngertian basement dalam bangunan, supaya artikel ini dapat bermandaat dan mampu memperbesar wawasan sobat seluruhnya. Terima kasih.


Referensi :  

  • Zeller, Dirk. Success as a Real Estate Agent for Dummies. Wiley, 2006, p. 209 
  • Soanes, Catherine and Stevenson, Angus (ed.) (2005). Oxford Dictionary of English, 2nd Ed., revised, Oxford University Press, Oxford, New York, p. 278. ISBN 978-0-19-861057-1.


Dapatkan PDF
Sumber https://www.arsitur.com/

Sabtu, 05 September 2020

Persyaratan Dan Hukum Ruang Parkir Pada Gedung, Basement Atau Bangunan Khusus Parkir


Standar dan aturan Ruang Parkir pada Gedung Standar dan aturan Ruang Parkir pada Gedung, Basement atau Bangunan Khusus Parkir
Standar dan aturan Ruang Parkir pada Gedung, Basement atau Bangunan Khusus Parkir.
Perencanaan parkir dalam bangunan hendaknya mengamati persyaratan dan hukum yang berlaku, hal ini untuk mempermudah fungsi dan menjamin keamanan serta kenyamanan pengguna parkir. Berikut adalah kriteria ruang parkir dalam gedung, basement dan bangunan parkir.

Aturan Penempatan Ruang Parkir di Dalam Bangunan :

Standar dan aturan Ruang Parkir pada Gedung Standar dan aturan Ruang Parkir pada Gedung, Basement atau Bangunan Khusus Parkir
Standar Aturan Parkir - pacebus.com

Ruang parkir memiliki beberapa syarat khusus agar mampu digunakan dengan baik sesuai persyaratan yang disebutkan dalam Architect Data dan Aturan SNI. Berikut yaitu beberapa poin hukum perihal ruang parkir yaitu selaku berikut :
  • Tinggi minimum ruang bebas struktur (head room) untuk ruang parkir adalah 2,25 m.
  • Setiap lantai parkir harus memiliki sarana untuk sirkulasi horisontal dan atau sirkulasi vertikal untuk orang dengan ketentuan bahwa tangga spiral dihentikan dipakai.
  • Lantai untuk ruang parkir yang luasnya mencapai 500 m2 atau lebih mesti dilengkapi ramp naik dan turun masing-masing dua unit.
  • Bangunan parkir yang menggunakan ramp spiral, diperkenankan optimal 5 lantai.
  • Lebar ramp lurus satu arah minimum 3,00 m dan untuk dua arah mesti terdapat pemisah minimum selebar 0,50 m sehingga lebar minimum berjumlah 6,5 m.

Baca Juga : Ukuran Standar Kitchen Set
   

Ketentuan ramp pada bangunan parkir :

Ramp gradient - pinterest.com

Merancang ramp pada basement sungguh penting khususnya untuk akses kendaraan, terlebih lagi basement sering dijadikan selaku ruang parkir. Untuk itu kita juga mesti mengamati sirkulasi vertikal dengan memakai ramp pada basement. Berikut yaitu beberapa aturan dasar tentang ramp di basement ialah sebagai berikut :
  • Kemiringan ramp lurus bagi jalan kendaraan pada bangunan parkir maksimal 1 berbanding 7.
  • Apabila lantai parkir mempunyai sudut kemiringan, maka sudut kemiringan tersebut optimal 1 berbanding 20.
  • Pada ramp lurus jalan satu arah, lebar sekurang-kurangnya3 m dengan ruang bebas struktur di kanan kiri sekurang-kurangnya60 cm.
  • Pada ramp melingkar jalan satu arah, lebar jalan minimal 3,6 m dan untuk jalan dua arah lebar jalan sekurang-kurangnya7 m dengan pembatasan jalan lebar 50 cm, tinggi minimal
  • 10 cm.
  • Jari-jari tengah ramp melingkar sekurang-kurangnya9 m dijumlah dari as jalan terdekat.
  • Setiap jalan pada ramp melingkar harus mempunyai ruang bebas 60 cm kepada struktur bangunan. 

Ketentuan tentang parkir basement :

Contoh ruang parkir di basement - exterioressrl.info

Untuk aturan ruang parkir di basement, maka akan menggabungkan 2 aturan sekaligus adalah hukum wacana parkir dan wacana basement. Aturan merancang parkir di basement ialah selaku berikut :
  • Perencanaan luas bangunan basement dan atau substruktur mesti sedemikian rupa sehingga mampu menyanggupi batasan KTB dan KDH yang ditetapkan.
  • Bangunan parkir di basement wajib memenuhi ketentuan jarak bebas sebagaimana diatur dalam peraturan tempat ini.
  • Fasilitas yang harus disediakan pada parkir basement mencakup Ruang tunggu supir, toilet, mushola, kantin dan ruang lainya sesuai keperluan.

Baca Juga : Ukuran Standar Kasur Tempat Tidur

Demikianlah tentang Standar dan hukum Ruang Parkir pada Gedung, Basement atau Bangunan Khusus Parkir. Semoga bermanfaat dan mampu memperbesar pengetahuan.

Referensi :

  • https://leumburkuring.wordpress.com/2012/05/06/standar-bangunan-parkir/ 
  • Buku Architect Data

Sumber https://www.arsitur.com/