Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 April 2021

Green School Bali – Arsitektur Hijau Dari Bambu

Sekilas Tentang Sekolah HIjau

Banyak yang tidak menyadari sebetulnya bumi planet daerah hidup kita sedikit-demi sedikit telah terkikis dan menuju kehancuran akhir pemanasan global, insan perlu mengambil pendekatan yang lebih bertanggung jawab dan dalam hal ini pendidikan merupakan titik permulaan kunci. Tujuan Green School adalah untuk mengembangkan kebiasaan yang bertanggung jawab khususnya pada alam sebagai lingkungan hidup kita kepada generasi muda yang mau mewarisi generasi sebelumnya.


 Banyak yang tidak menyadari sebenarnya bumi planet tempat hidup kita sedikit Green School Bali – Arsitektur Hijau dari Bambu
Green School Bali


Green School/Sekolah hijau bermaksud untuk menjadi versi keberlanjutan (sustainable), bukan saja dalam bidang pendidikan namun juga dalam pertumbuhan arsitektur bambu yang banyak ditinggalkan alasannya adalah modernisasi pembangunan. Setelah cuma tiga tahun beroperasi, Green School sudah mengguncang pedoman organisasi konvensional lebih dan institusi di seluruh dunia.

Pendiri

Rencana pembuatan Green School sendiri bergotong-royong sudah dimulai sejak tahun 2006 silam yang digagas oleh mantan pengusaha komplemen asal Canada adalah John dan Cynthia Hardy. Pembangunan yang berlangsung selama kurang lebih dua tahun itu.

 Banyak yang tidak menyadari sebenarnya bumi planet tempat hidup kita sedikit Green School Bali – Arsitektur Hijau dari Bambu
Pendiri Green School Bali


Akhirnya berakhir dan Green School pertama kali dibuka secara resmi pada September 2008. Saat pertama kali dibuka Green School sudah mempunyai 90 siswa yang telah termasuk mahasiswa. Pembangunan Green school ialah pembangunan di sisa hutan dan sawah milik warga lokal.

Pemilihan Lokasi

Proyek ini berlokasi di Jalan Raya Sibang Kaja, Banjar Saren, Abiansemal Badung Bali, 80352 Indonesia. Bali yakni suatu pulau internasional dalam kepulauan Indonesia. Pulau ini memiliki kesempatanalam, budaya, budpekerti istiadat yang sangat kaya. Penduduknya ramah dan terbuka bagi semua orang yang datang ke Bali.

 Banyak yang tidak menyadari sebenarnya bumi planet tempat hidup kita sedikit Green School Bali – Arsitektur Hijau dari Bambu
Lokasi Green School Bali



Pulau ini juga mempunyai kesempatanarsitektur yang sungguh besar, baik dari sisi desain, karya arsitektur, material maupun orang-orang yang terjun di bidang ini. Selain itu pulau ini mempunyai bandara internasional yang baik sehingga gampang diakses di daerah ini. Green school mempelajari dan menghormati budaya yang kaya akan adab istiadat di pulau ini yang telah terkenal ke mancanegara.

Selain itu, sebab arsitektur Bambunya yang menawan banyak orang, green school sering menjadi tujuan wisatawan setempat/internasional maupun bagi para pelajar yang ingin meneliti ihwal green school dan arsitektur bambunya. Hingga Green school juga menjadi permulaan mula kebangkitan arsitektur bambu di Bali dan di Indonesia.

Baca juga : 5 Bangunan Bergaya Arsitektur Kontemporer di Bali

Green School Bali ialah yang pertama, dibangun selaku benih, model, ide dan terobosan untuk Bali (Indonesia) dan dunia. Pihak Green School bergotong-royong telah mendorong pihak-pihak lain baik di Indonesia dan dunia untuk membuatkan hal yang sama, yang pada dasarnya mengarah terhadap mengasihi lingkungan hijau yang ialah bagian dari kehidupan.

Desain Ekologis

75 lebih bangunan sekolah didirikan dan didukung oleh sumber energi terbarukan tergolong tenaga mikro - hidro, dari pusaran tenaga air,  tenaga surya,  dan bio - diesel.  Kampus sekolah ini dirancang pada " metode permakultur organik " yaitu dimaksudkan untuk bekerja dengan ekologi alam tanah, dan siswa sekolah mengolah kebun organik selaku bab dari acara sekolah mereka. Gedung sekolah yang dibangun utamanya dari sumber daya terbarukan yakni bambu, alang-alang Bali, dan dinding lumpur tradisional yang terbuat dari tanah liat.


 Banyak yang tidak menyadari sebenarnya bumi planet tempat hidup kita sedikit Green School Bali – Arsitektur Hijau dari Bambu
Arsitektur Bambu Green School Bali


Khusus untuk bambu pembangunan gedung juga  sebagai contoh kesempatanbangunan skala besar arsitektur bambu, termasuk bangunan " The Heart of School" yang memiliki panjang hingga 60 meter.  Struktur gedung dibangun dengan tiang bambu yang jumlahnya diperkirakan mencapai 2500 lebih batang bambu.  sekolah ini juga menggunakan materi bangunan terbarukan untuk kebutuhan lainnya hingga segala sesuatu, bahkan meja dibentuk dari bambu.

Baca juga : Pengertian Green Architecture, Prinsip dan Contohnya

Awards

  • Green School Bali dianugrahi penghargaan sebagai sekolah terhijau di dunia (The Greenest School on Earth) pada tahun 2012 oleh US Green Building Council di Amerika.
  • Green School juga ialah finalis Aga Khan Award Tahun 2010 untuk bidang Arsitektur Bambu.

Pemilihan Bali selaku lokasi pembangunan Green School telah tepat. Bali mempunyai peluangalam dan potensi budaya yang bagus. Selanjutnya mengenai efek berdirinya Green School di Bali kepada kemajuan arsitektur Bali, menurut kami ini sebaiknya mampu dijadikan pola bagi para arsitek Bali dan juga di Indonesia, alasannya adalah selama ini orang Bali hanya bersungguh-sungguh menanam beton dan tidak memikirkan masalah “keberkelanjutan” atau sustainable.

Baca juga : Tips Green Interior di Rumah

Konsep Sustainable

Green school menggunakan rancangan rancangan yang terbarukan dengan memakai bahan baku bambu yang berkembang lebih cepat bila dibandingkan dengan kayu yang tumbuh puluhan tahun. Dari fakta ini, kami mentafsirkan bahwa Green School akan terus dikembangkan karena dengan bahan yang terbarukan mampu mengganti materi terdahulu sehingga sekolah ini mampu terus diperbaharui tanpa menghancurkan alam.


Sumber https://www.arsitur.com/

Senin, 11 Januari 2021

5 Desa Rekreasi Di Indonesia Dengan Rumah Tradisionalnya

Rumah tradisional di Indonesia tidak terlepas dari hukum budpekerti masyarakatnya. Contoh yang paling kecil dari tata cara penduduk di Indonesia yakni desa. Ada beberapa daerah di Indonesia yang mempunyai aturan etika yang besar lengan berkuasa sehingga dalam membangun rumah, masyarakat mesti mematuhi hukum tersebut demi kebaikan bersama. Berikut yaitu 5 Desa Wisata di Indonesia dengan Rumah Tradisionalnya yang khas :

01 Desa Wae Rebo, NTT

Rumah tradisional di Indonesia tidak terlepas dari aturan adat masyarakatnya 5 Desa Wisata di Indonesia dengan Rumah Tradisionalnya
Desa Wae Rebo, NTT

Desa dengan rumah tradisional yang tergolong dalam desa populer di Indonesia selaku tempat rekreasi adalah Desa Wae Rebo. Desa ini terlihat mirip desa pedalaman dengan bentuk bangunannya yang sungguh khas. Bangunan yang mungkin jauh dari kata terbaru namun memiliki filosofi yang sungguh mengakar di masyarakat. Bangunan ini menjadi contoh arsitektur vernakular yang sebenarnya. Meskipun demikian, budbahasa suku-suku di sana masih menjadi hal penting dalam kehidupan mereka.

Untuk lebih spesifiknya, lokasi desa ini berada di kawasan Satarmase, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Di desa ini, ada sekitar tujuh rumah yang memiliki tinggi dan diameter yang sama. Dalam satu rumah, sebanyak 6 atau 8 orang anggota keluarga dapat tinggal di sana. Namun, di samping bentuk rumah adatnya yang khas, hal lain yang mampu dirasakan di desa ini yakni pemandangan indah pegunungan dan perbukitan di sekitarnya.

02 Desa Penglipuran, Bali

Rumah tradisional di Indonesia tidak terlepas dari aturan adat masyarakatnya 5 Desa Wisata di Indonesia dengan Rumah Tradisionalnya
Desa Penglipuran, Bali

Di pulau Bali, daerahnya sudah sebagian besar ditingkatkan untuk pelancong, sehingga modernisasi mampu ditemukan di nyaris setiap aspek di Bali. Tetapi ada salah satu hal di samping budaya dan seni yang tidak merasakan pergantian dari modernisasi, yakni desa-desa di Bali.

Meskipun pulau ini telah dibangun secara modern, nyaris semua desa di Bali masih memiliki lingkungan aslinya. Misalnya, yaitu desa Panglipuran ini. Desa ini terletak di daerah Bangli, Bali. Ada yang mengatakan bahwa desa ini bahu-membahu adalah desa terbersih dari semua desa di pulau Bali. Meskipun desanya tidak begitu luas, kondisi lingkungan yang higienis dengan budaya Bali yang kental yaitu hal yang menjadikannya lebih nyaman.

Salah satu ciri khas dari desa ini adalah penataan arsitekturnya yang sungguh matang. Mulai dari konsep masterplan (tata daerah) sampai fasad bangunan yang dibuat sedemikian indah. Rumah-rumah tradisional bali tetap dipertahankan, membentuk barisan berjejer linear yang di ujung puncaknya terdapat Pura selaku tempat suci. Konsep arsitektur Bali terasa sangat kental di sini. Banyak mahir yang menyebabkan lokasi ini sebagai objek observasi arsitektur.

03 Desa Baduy, Banten

Rumah tradisional di Indonesia tidak terlepas dari aturan adat masyarakatnya 5 Desa Wisata di Indonesia dengan Rumah Tradisionalnya
Desa Baduy, Banten

Desa ini dikenal sebagai rumah bagi suku yang disebut Baduy. Lokasi desa ini berada di provinsi Banten pulau Jawa. Desa ini berisikan dua kawasan utama, Baduy Luar dan Baduy Dalam. Begitu Anda jadinya datang di sana, Anda mampu melihat rumah tradisional mereka yang terbuat dari bambu. Lingkungannya juga sungguh terawat, sebab suku Baduy diketahui sebagai suku pecinta alam.

Suku orisinil penduduk Banten yang mempunyai rumah akhlak yang disebut Sulah Nyanda. Terletak di dalam tempat pegunungan, Suku Baduy hidup di dalam rumah adab yang terbuat dari kayu dan bambu. Rumah di desa ini dibangun dengan mengikuti kontur tanah. Hal ini sesuai dengan aturan budpekerti yang mewajibkan setiap penduduk yang ingin membangun rumah tidak menghancurkan alam sekitar demi membangun suatu bangunan. Untuk atap, rumah budpekerti Suku baduy memakai ijuk yang terbuat dari daun kelapa yang telah dikeringkan.

04 Desa Kete Kesu, Sulsel

Rumah tradisional di Indonesia tidak terlepas dari aturan adat masyarakatnya 5 Desa Wisata di Indonesia dengan Rumah Tradisionalnya
Desa Kete Kesu, Sulsel

Sebuah desa yang memiliki sentuhan yang sungguh unik, ialah Desa Kete Kesu. Desa Kete Kesu ini terletak di tempat Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Anda dapat menyaksikan rumah tradisional mereka yang indah, Anda mampu melihat bahwa rumah tersebut sungguh berwarna-warni dan didekorasi dengan baik oleh penduduk lokal di sana. Setiap rumah memiliki motif unik dengan warna merah, kuning, hitam, dan debu-abu.

Ketika mendatangi Desa Kete Kesu Anda mungkin memiliki potensi untuk menyaksikan Erong. Erong yakni peti mati tradisional yang disimbolkan dengan kepala binatang. Sebagian besar erong di desa Kete Kesu nyaris mencapai 500 tahun.

05 Desa Beleq, Lombok

Rumah tradisional di Indonesia tidak terlepas dari aturan adat masyarakatnya 5 Desa Wisata di Indonesia dengan Rumah Tradisionalnya
Desa Beleq, Lombok

Desa beleq yakni wilayah peninggalan para leluhur penduduk sembalun, rumah tradisionalnya masih tetap dirawat dan dijaga, untuk mengingat sejarah desa yang pada beberapa periode silam pernah dihancurkan oleh letusan dahsyat Gunung Rinjani.

Di dalam wilayah Desa Beleq ini terdapat 7 buah rumah akhlak, 2 geleng tempat penyimpanan harta benda, 1 Bale malang atau berkelahi kawasan rapat dan beribadah, serta suatu batu bertuah yang disebut pasek gumi. Rumah budbahasa di Desa Beleq terbuat dari jerami (daun ilalang) dengan berdinding anyaman bambu (bedek). Lantainya dibentuk dengan menggunakan tanah liat yang dicampur dengan kotoran kerbau dan abu jerami. Campuran tanah liat, kotoran kerbau dan jermai inilah yang mampu menciptakan lantai tanah pada desa beleq mejadi padat dan keras.

Demikianlah Desa adab yang populer di Indonesia dengan rumah tradisionalnya yang khas. Sebagai generasi penerus sekurang-kurangnyakita mengetahui dan menghargai budaya bangsa, tidak memandang budaya sebagai sesuatu yang antik, namun selaku sesuatu yang unik, keren dan pantas dikunjungi sebagai objek rekreasi populer.

Daftar ini cuma mewakili sebagian kecil desa di Indonesia yang mempunyai kekayaan arsitektur yang khas. Silahkan berikan komentar kalau berdasarkan sobat-sobat pembaca masih ada desa lain yang patut masuk daftar ini.
Sumber https://www.arsitur.com/

Rabu, 02 Desember 2020

6 Taman Wisata Dan Hiburan Di Bali Dengan Harga Murah 2019

Punya rencana piknik ke Bali ? Ingin tau daerah rekreasi jalan-jalan murah di Bali ? Pilihan taman rekreasi dan hiburan berikut mungkin bisa menjadi solusi alternatif bagi Anda yang akan berwisata ke Bali dalam waktu dekat.

01. Kebun Raya Bedugul, Tabanan, Bali

 Pilihan taman rekreasi dan hiburan berikut mungkin bisa menjadi solusi alternatif bagi An 6 Taman Rekreasi dan Hiburan di Bali dengan Harga Murah 2019
01. Kebun Raya Bedugul, Tabanan, Bali

Kebun raya bedugul ialah kawasan untuk berwisata, berekreasi, bersantai, piknik dan juga untuk kemah. Kebun raya bedugul terletak di Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali. Daya tarik objek rekreasi Kebun Raya Bedugul adalah pada keindahan panorama alam daerah pegunungan, dan panorama danau alami. Wisatawan bisa merasakan asrinya suasana perbukitan sembari berekreasi, bersantai atau beristrirahat. Ada banyak kemudahan rekreasi yang berkembang dan pada animo piknik selalu ramai dikunjungi turis aneh dan domestik.

Untuk menuju Kebun Raya Bedugul Bali, dapat ditempuh melalui kendaraan selama satu setengah jam dari Denpasar, atau sekitar 55 km ke arah utara Denpasar menuju Singaraja. Jika dari Singaraja maka jarak yang ditempuh sekitar 30 km ke arah selatan menuju Denpasar, menempuh waktu kira-kira 45 menit dengan kendaraan.

Tiket Masuk Kebun Raya Bedugul untuk Pengunjung Domestik Rp. 9.000, Tiket Kendaraan Roda 4 Keliling Kebun : Rp. 11.000, Tiket Parkir Kendaraan Roda 2 (Motor, Sepeda, dll) : Rp. 3.000, TIket Parkir Kendaraan Roda 4 : Rp. 6.000, Tiket Parkir Kendaraan Roda 6 (Bus, Truk, dll) : Rp. 11.000, Tiket masuk sudah tergolong Asuransi Jasa Raharja Distribusi Pemkot.

02. Taman Ujung, Karangasem, Bali

 Pilihan taman rekreasi dan hiburan berikut mungkin bisa menjadi solusi alternatif bagi An 6 Taman Rekreasi dan Hiburan di Bali dengan Harga Murah 2019
02. Taman Ujung, Karangasem, Bali

Taman Ujung atau diketahui juga dengan Taman Sukasada, yakni suatu taman wisata dan liburan kawasan untuk rekreasi rekreasi, berfoto, swa foto, piknik atau berkeliling sambil menkmati fasilitas peninggalan kolonial. Taman Ujung ini berlokasi di banjar Ujung, desa Tumbu, Karangasem, Bali. Ada kolam besar tempat berekreasi, museum dan taman yang luas untuk bermalas-malasan.

Taman ini terletak sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Amlapura. Menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam dari Denpasar dengan mengunakan kendaraan. Pada zaman Hindia Belanda, daerah ini dikenal dengan nama Waterpaleis atau "istana air". Taman ini selalu ramai dikunjungi saat animo piknik oleh pelancong.

Harga Tiket masuk Taman Ujung untuk hadirin domestik Rp. 10.000, Tersedia parkir roda dua dengan harga Rp. 2.000, Parkir Roda empat sekitar Rp. 5.000. Harga ini telah termasuk murah namun belum tergolong untuk menyewa akomodasi lainnya di dalam.

03. Taman Ayun, Menguwi, Badung, Bali

 Pilihan taman rekreasi dan hiburan berikut mungkin bisa menjadi solusi alternatif bagi An 6 Taman Rekreasi dan Hiburan di Bali dengan Harga Murah 2019
03. Taman Ayun, Menguwi, Badung, Bali

Taman ayun yakni salah satu tempat untuk rekreasi arsitektur di Bali dengan harga yang relatif murah. Unesco pada tahun 2012 menetapkan Pura Taman Ayun sebagai bagian dari situs wariwan budaya dunia. Situs bertajuk resmi Lanskap Budaya Provinsi Bali. Di daerah ini pengunjung mampu melakukan wisata, piknik, memancing, dan berpangku tangan sambil menikmatik keindahan arsitektur dan lanskap taman.

Taman Ayun berada di Jl. Ayodya No.10, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali 80351, Sekitar 45 menit dari denpasar dengan memakai kendaraan. Disini kita bisa menyaksikan bangunan Meru yang legendaris. Meru adalah salah satu bangunan daerah persembahyangan Umat Hindu di Bali dan tidak bisa dibangun asal pilih.

Harga Tiket masuk Taman Ayun untuk hadirin domestik cukup umur yaitu Rp. 10.000, Tersedia parkir roda dua dengan harga Rp. 2.000, Parkir Roda empat sekitar Rp. 5.000. Harga ini merupakan harga yang murah untuk kawasan wisata di Bali.

04. Taman Nasional Bali Barat, Singaraja, Bali

 Pilihan taman rekreasi dan hiburan berikut mungkin bisa menjadi solusi alternatif bagi An 6 Taman Rekreasi dan Hiburan di Bali dengan Harga Murah 2019

04. Taman Nasional Bali Barat, Singaraja, Bali


Taman Nasional Bali Barat atau disingkat TNBB ialah taman rekreasi dan hiburan, tempat untuk berwisata, berlibur, piknik, berpangku tangan, berlangsung-jalan dan menikmati panorama serta menyaksikan kehidupan satwa langka yang dilindungi. Taman Nasional Bali Barat buka mulai jam 08.00 dan tutup pada jam 18.00.

Taman Nasional Bali Barat terletak di di Jl.Raya Cekik Gilimanuk, Jembrana , Bali 82253. Lokasinya memang cukup jauh, sekitar 3 jam dari Denpasar, tetapi hanya sekitar 1,5 jam dari Singaraja. Taman Nasional Bali Barat juga akrab kalau dijangkau dari pelabuhan Gilimanuk.

Hari biasa, harga tiket masuk Taman Nasional Bali Barat yaitu Rp. 10.000 untuk pengunjung domestik. Harga ini telah termasuk murah untuk mendatangi kawasan rekreasi sekaligus melihat kehidupan satwa langka dan menikmati indahnya bahari dengan ombak kecil sepoi-sepoi.

05. Taman Mangrove, Pemogan, Denpasar, Bali

 Pilihan taman rekreasi dan hiburan berikut mungkin bisa menjadi solusi alternatif bagi An 6 Taman Rekreasi dan Hiburan di Bali dengan Harga Murah 2019
05. Taman Mangrove, Pemogan, Denpasar, Bali

Taman Mangrove Bali yakni taman rekreasi dan hiburan, daerah berwisata yang sedikit berbeda alasannya dikelilingi oleh hutan mangrove yang rimbun di atas permukaan air. Taman ini menawarkan sensasi berlawanan selaku referensi piknik. Kita bisa menyewa perahu untuk berkeliling taman ini atau melihat indahnya kawasan ini melalui menara.

Taman Mangrove Bali terletak di Pemogan, Denpasar Sel, Kota Denpasar, Bali 80361. Sekitar 25 menit dari Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali. Taman mangrove ini senantiasa ramai dikunjungi turis domestik dan asing dikala musim piknik.

Harga tiket masuk Taman Mangrove Bali ialah Rp. 10.000 untuk perorangan, Rp. 6.000 untuk rombongan turis. Harga ini sudah tergolong sangat murah untuk kawasan rekreasi di Bali. Selain itu, lokasi ini juga mampu disewa untuk prawedding dengan harga Rp. 500.000, untuk shooting film sekitar Rp. 1.000.000.

06. Taman Edelweis, Temukus, Karangasem, Bali

 Pilihan taman rekreasi dan hiburan berikut mungkin bisa menjadi solusi alternatif bagi An 6 Taman Rekreasi dan Hiburan di Bali dengan Harga Murah 2019
06. Taman Edelweis, Temukus, Karangasem, Bali

Taman Edelweis Bali yaitu taman yang difokuskan untuk taman rekreasi dan hiburan dimana hadirin bisa menikmati bunga Edelweis yang legendaris di sini. Selain itu, taman ini juga ditata sedemikian rupa sehingga sungguh mempesona untuk berswafoto, piknik, rekreasi dan berkeliling taman.

Taman ini terletak di Banjar Dinas Temukus, Desa Besakih, Kab. Karangasem. Sekitar 2,5 jam dari Denpasar dan sekitar 1 jam dari kota Karangasem jikalau ditempuh dengan kendaraan. Taman ini merupakan salah satu wisata desa yang dapat dinikmati secara humanis oleh turis. Masyarakat secara swadaya, bahu-membahu membangun Taman Edelweis Bali semoga bunga Edelweiss yang legendaris ini mampu dirasakan kapan saja tanpa harus naik gunung.

Harga tiket masuk Taman Edelweis Bali Rp 10.000/orang, Sementara parkir kendaraan beroda empat Rp 5.000/mobil dan Rp 2.000/sepeda motor. Harga ini telah tergolong harga yang sungguh murah untuk bisa menikmati keindahan bunga Edelweis secara langsung.

Demikian mengenai 6 Taman Rekreasi dan Hiburan di Bali dengan Harga Murah. Berlibur di Bali sejatinya tidak mahal kalau mengetahui tempat yang tepat yang sesuai dengan tujuan Anda ialah berwisata. Semoga mampu menjadi rujukan rekreasi Anda jika ingin pergi ke Bali.



Sumber https://www.arsitur.com/