Tampilkan postingan dengan label desain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desain. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Juni 2021

Mengenal Tempat Segitiga Dapur

Dapur ialah suatu ruang yang difungsikan untuk aktivitas mengolah makanan atau sekedar mengolah kuliner. Ada aneka macam jenis kuliner yang bisa dihasilkan di dapur. Namun ternyata kegiatan di dapur nyaris semua mampu ditampung pada tiga komponen yang disebut dengan segitiga dapur atau perumpamaan kerennya “working triangle”.

Setiap dapur pada pada dasarnya mesti memiliki ketiga komponen ini biar mampu berfungsi maksimal. Komponen tersebut adalah :
  1. Kegiatan penyimpanan (storage) - Biasanya yaitu lemari pendingin (fridge).
  2. Kegiatan pembersihan (wash) - Biasanya mengacu pada tempat basuh (sink).
  3. Kegiatan mengolah dan mengolah makanan (cook) - Biasanya kawasan untuk meletakan talenan dan kompor (stove).
Urutan pekerjaan mengolah makanan di dapur biasanya berpusat pada segitiga dapur tersebut. Misalnya dimulai dari mengambil materi makanan dari penyimpanan (storage). Penyimpanan berbentuklemari pendingin untuk menyimpan materi kuliner segar dan rak daerah bumbu. Selain penyimpanan bahan kuliner, di dapur juga harus tersedia daerah penyimpanan piring, panci, pisau dan perlengkapan masak yang lain.

Dari daerah penyimpanan tersebut materi-materi tersebut diambil dan harus dicuci ulang sebelum dimasak. Meskipun sudah didinginkan tetapi bahan masakan masih belum tentu bebas dari kotoran, terlebih di dalam lemari pendingin materi tersebut bersinggungan dengan materi makanan lain. Tempat cuci bahan makanan di dapur harus menawarkan air mengalir. Tempat basuh (wash) biasanya berupa bak sink dengan kran. Ukuran sink disesuaikan dengan kapasitas dapur. Ada banyak jenis sink yang mampu dipilih sesuai dengan rancangan dapur teman.

 Dapur merupakan sebuah ruang yang difungsikan untuk kegiatan memasak atau sekedar mengola Mengenal Daerah Segitiga Dapur
Type Layout dan Daerah Segitiga Dapur


Kegiatan mengolah dan memasak merupakan inti dari acara di dapur. Mengolah materi makanan termasuk memangkas, memasak dan menyajikan makanan. Peralatan untuk memangkas berbentukpisau dan talenan, blender, mixer dan lain-lain. Peralatan untuk mengolah masakan yang paling lazim di dapur yaitu kompor, tetapi pada dapur yang lebih besar terdapat panggangan dan microwave.

Secara rancangan, perletakan ketiga unsur segitiga dapur ini dihentikan jauh atau bertolak belakang sebab akan menyusahkan pengguna dapur. Idealnya jarak ketiga titik ini totalnya tidak melampaui 6 meter dan jarak antar titiknya optimal 90 cm sehingga ruang kosong yang tersisa masing-masing sekitar 45 cm.
Konsep segitiga ini mampu diterapkan pada banyak sekali kondisi layout dapur. Karena tidak semua area mampu didesain secara ideal, maka berikut dijelaskan alternatif layout dapur beserta kelebihan dan kekurangannya.

1. Bentuk I (Lurus Memanjang)

 Dapur merupakan sebuah ruang yang difungsikan untuk kegiatan memasak atau sekedar mengola Mengenal Daerah Segitiga Dapur
Desain dapur berupa I - 1 garis
 Dapur merupakan sebuah ruang yang difungsikan untuk kegiatan memasak atau sekedar mengola Mengenal Daerah Segitiga Dapur
Desain dapur berbentuk I - 1 garis
  

Merupakan bentuk yang paling mudah dan kompak serta menghabiskan sedikit ruang untuk membangun area dapur. Kebanyakan rumah dengan ukuran lahan 1-2 are memakai dapur bentuk ini. Bentuk ini mempunyai tingkat kelegaan ruang yang paling baik dan tidak ada kesan menekan penggunanya sehingga cocok juga dipraktekkan pada “hospitality design” seperti villa dan hotel.

Namun tidak dianjurkan melebihi panjang 3 meter sebab akan sungguh bikin capek. Jika ruangannya besar, bentuk ini mampu dikombinasikan dengan meja di tengah dapur (island) dan meletakan peralatan memasak beserta kompor di meja itu. Selain itu perawatannya pasti lebih mudah sebab layoutnya sangat simple.

Pada bentuk layout dapur I ini, unsur segitiga dapur diletakan secara linear sesuai urutan acara mengolah makanan. Biasanya dimulai dari kiri ke kanan adalah penyimpanan ada di ujung kiri, kawasan mencuci ada di tengah dan daerah mengolah dan memasak ada di ujung kanan.

Baca Juga : 20+ Inspirasi Ide Desain Dapur Minimalis Asia

2. Bentuk U (Mengelilingi)

 Dapur merupakan sebuah ruang yang difungsikan untuk kegiatan memasak atau sekedar mengola Mengenal Daerah Segitiga Dapur
Desain Dapur Berbentuk U - 3 Garis
 Dapur merupakan sebuah ruang yang difungsikan untuk kegiatan memasak atau sekedar mengola Mengenal Daerah Segitiga Dapur
Desain Dapur Berbentuk U - 3 Garis
 
Bentuk ini merupakan bentuk yang paling efisien dalam segi fungsi alasannya seluruhnya bisa dijangkau bahkan tanpa melangkah. Selain itu layout mirip ini juga bisa dipraktekkan pada rumah kecil yang kompak. Cukup dengan menawarkan jarak 120 cm diantara kaibinet maka dapur akan berfungsi dengan baik.

Namun tingkat kelegaan ruang pada layout mirip ini akan sangat kurang dan terasa menjepit penggunanya. Kurang cocok untuk villa dan hotel. Selain itu dalam desainnya tidak bisa diletakan meja (island) ditengah-tengah kecuali ruangannya cukup besar.

Pada layout dapur berupa U, biasanya komponen segitiga dapur yang diletakan di tengah yaitu kompor dan daerah untuk mengolah materi makanan. Bagian tengah yakni inti dari layout dapur ini. Kulkas dan sink diletakan di sisi kiri dan kanan untuk mendukung kegiatan memasak.

Baca Juga : Jenis-jenis Keran Dapur Berdasarkan Bentuknya
 

3. Bentuk L (Tegak Lurus)

 Dapur merupakan sebuah ruang yang difungsikan untuk kegiatan memasak atau sekedar mengola Mengenal Daerah Segitiga Dapur
Desain Dapur Berbentuk L - 2 Garis
 Dapur merupakan sebuah ruang yang difungsikan untuk kegiatan memasak atau sekedar mengola Mengenal Daerah Segitiga Dapur
Desain Dapur Berbentuk L - 2 Garis
  

Merupakan bentuk yang berada diantara bentuk I dan U dalam soal kenyamanan dan kelegaan ruang. Terdiri dari dua dinding tegak lurus, lazimnya dapur ini cocok diletakan di pojok ruangan. Panjang kedua bilah tidak mesti sama, bahkan ada yang salah satunya mampu meraih 3 meter.

Pada layout dapur berbentuk L ini konfigurasi segitiga dapur bisa dikontrol sesuai dengan keadaan ruang. Biasanya kulkas penyimpanan materi masakan dan kolam sink diletakan dalam satu garis, sementara kompor diletakan pada sisi bab L yang lebih pendek.

Pada layout ini masih mampu ditambahkan meja (island). Cocok digunakan untuk berbagai jenis hunian, tetapi kurang efisien untuk rancangan pantry pada bangunan kantor dan indekos.

Baca Juga : 20+ Ide Desain Kitchen Set Minimalis Bentuk L
 
Demikianlah mengenai Type Layout dan Daerah Segitiga Dapur, agar berguna dan mampu menambah wawasan. Terima Kasih.

Sumber https://www.arsitur.com/

Jumat, 04 Juni 2021

Gaya Desain Vintage : Sejarah, Prinsip Dan Contohnya

Pernahkah teman mendengar ihwal vintage style ? Kata vintage sering muncul selaku istilah untuk suatu gaya rancangan untuk arsitektur, interior, fashion dan lain-lain. Dalam postingan ini arsitur akan menerangkan lebih rincian tentang Gaya Vintage ini.

Perkembangan rancangan yang modern melahirkan bentuk yang condong monoton, pabrikasi, seragam sehingga sering menciptakan konsumen merasa jenuh. Beberapa orang lalu mencoba kembali memakai benda-benda masa lampau yang klasik dan bernilai seni tinggi. Salah satu gaya yang berkembang adalah vintage, dan aku rasa sebagian besar pelaku rancangan sudah mengenali perihal kata ini.

Dalam kamus oxford, vintage bisa bermakna Old and of Very High Quality. Hal ini bermakna vintage merupakan sesuatu yang bau tanah/antik baik dari segi usia objek itu sendiri atau objek baru yang dibentuk dengan gaya antik yang terkenal pada abad lalu. Konsep vintage berkesan mengembalikan suasana tempo dahulu tetapi tidak meninggalkan unsur terbaru yang higienis dan rapi.

Gaya Vintage - img by PxHere

Vintage juga mampu diartikan dengan barang-barang yang di produksi pada kurun kini, namun masih memiliki versi klasik dan antik yang mampu mengingatkan pada dekade 1920 hingga 1970an. Objek yang dapat dikatakan mempunyai gaya vintage biasanya mempunyai nilai atau rancangan bermutu yang diakui pada zamannya.

Kata vintage ini di Eropa mulanya dipakai tatkala panen anggur, hingga ketika ini pun kata itu masih digunakan dalam proses pembuatan anggur menjadi minuman wine. Layaknya wine, kian renta harganya kian mahal.

Vintage dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang bau tanah, kuno tetapi klasik dan memiliki niai yang tinggi. Benda-benda yang dimaksud mampu berbentukfashion, furniture, pelengkap, sepeda, sepeda motor dan kendaraan beroda empat.

Baca juga : Mengenal Gaya Desain Transitional (Gaya Peralihan) dan Contohnya

Salah satu cara yang dapat dikerjakan untuk mendatangkan kesan vintage dalam suatu rancangan atau ruangan yaitu selaku berikut :

1. Menggunakan kembali secara utuh benda benda kuno yang memiliki nilai nostalgia yang tinggi.
2. Refinishing furnitur menjadi lebih antik, umumnya dengan mengganti warna
3. Mengambil bagian benda antik yang bernilai seni dan menggabungkannya dengan yang gres

Namun dikala ini juga sudah banyak yang sengaja menciptakan furniture gres dengan gaya vintage baik dengan material yang baru ataupun recycle.

Vintage dalam Arsitektur 

Gaya vintage juga menghipnotis kemajuan arsitektur, terbukti dengan adanya Arsitektur Vintage yang unik dan mempunyai gaya tersendiri. Dalam hal ini kami mengambil Contoh Arsitektur Vintage yang dibangun pada zaman terbaru :

Baca juga : Pengertian Arsitektur Tropis, Ciri, Prinsip dan Contohnya

Space Asia Hub di Singapore

Contoh bangunan arsitektur vintage

Terletak di Bencoolen Street, di Distrik Seni Singapura, Space Asia Hub adalah rumah untuk koleksi desain yang unik. Karya yang dipamerkan di sini yakni karya seni yang dibentuk oleh desainer setempat dan mengingat Singapura ialah salah satu sentra rancangan dunia. Bangunan perumahan Space Asia Hub menelan biaya $ 50 juta, dan memadukan gaya rancangan vintage dengan arsitektur modern.

Kompleks ini yang dibuat dari dua bangunan bau tanah adalah : sebuah bungalow putih yang diubah menjadi ruang makan yang digunakan untuk pesta koktail, dan Heritage House menampilkan interior terbaru dengan sofa yang elegan. Jembatan kaca gaya modern menghubungkan dua landmark yang bersejarah.
Sumber https://www.arsitur.com/

Rabu, 02 Juni 2021

Pemahaman Tali Air, Letak Dan Fungsinya Pada Bangunan

  yang memisahkan bagian finishing tertentu Pengertian Tali Air, Letak dan Fungsinya pada Bangunan
Tali Air pada Bangunan - img by pinterest


Tali air ialah gap (jarak)  yang memisahkan bab finishing tertentu. Sering kali kita menjumpai rincian pekerjaan-pekerjaan yang kecil dan tampaksepele. Namun ternyata pekerjaan itu memiliki peranan penting dalam sebuah bangunan. Detail kecil salah satunya ialah tali air yang ternyata memiliki peranan yang cukup berpengaruh. Lalu apa itu tali air ? Berikut Pembahasannya.

Tali air ialah saluran kecil berskala sekitar 1x1 cm hingga 2x1 cm yang berada pada dinding. Perletakan tali air yang umum yaitu pada bagian dinding yang memiliki batas dengan plin lantai, perbatasan dinding dengan kusen atau perbatasan dinding dengan plafon.
  yang memisahkan bagian finishing tertentu Pengertian Tali Air, Letak dan Fungsinya pada Bangunan
Tali Air pada Lantai - img by pinterest


Fungsi tali air pada dinding yang berbatasan dengan plin lantai yakni selaku pembatas cipratan maupun rembesan pada plin dengan dinding sehingga dinding tidak gampang lembab. Tali air ini disebut juga dengan skirting. Selain itu juga selaku gap yang memisahkan finishing plin dan dinding. Dengan menggunakan tali air maka perbatasan ini akan menjadi lebih rapih.
Tali air terletak diantara dinding dengan kusen pintu mengelilingi kusen pintu. Pembuatannya bisa sesudah atau sebelum kusen dipasang pada bukaan saat pekerjaan plesteran dan acian.

  yang memisahkan bagian finishing tertentu Pengertian Tali Air, Letak dan Fungsinya pada Bangunan
Tali Air pada Kusen - img by pinterest


Fungsi tali air pada kusen pintu adalah mengalirkan air rembesan atau air tetesan lewat tali air sehingga air tidak masuk ke dalam kusen yang menyebabkan kerusakan kusen kayu. Selain itu, fungsi tali air juga untuk menampilkan garis yang rapi dan tegas pada pintu.
  yang memisahkan bagian finishing tertentu Pengertian Tali Air, Letak dan Fungsinya pada Bangunan
Tali air pada plafon - img by pinterest


Sementara untuk perbatasan plafon dan dinding, tali air berfungsi sebagai alat untuk membentuk garis tegas dan rapih apabila tidak menggunakanlis kayu atau gypsump pada plafond.

Metode pembuatan tali air mampu menggunakan murni plesteran dan acian atau dengan profil U berskala 1x2 cm atau 1x1 cm yang ditanam diatas plint.  Pekerjaan tali air dilarang dijalankan oleh tukang asal pilih alasannya adalah tidak mengecewakan susah untuk menciptakan tali air yang rapih.

Ada beberapa postingan lain yang aku buat untuk membicarakan perihal tali air untuk memperjelas apa itu tali air dan menjabarkan apa yang dimaksud dengan tali air. Berikut ini daftar artikelnya :

Baca Juga : Cara Membuat Tali Air

Baca Juga : Akibat Jika Bangunan Tidak Menggunakan Tali Air

Demikian perihal tali air semoga berguna dan memperbesar pengetahuan bagi pembaca. Jangan lupa untuk like fanspage dan follow sosial media kami. Terima kasih sudah berkunjung.


Sumber https://www.arsitur.com/

Senin, 31 Mei 2021

Ukuran Patokan Pintu Dan Jendela Rumah Tinggal Lengkap

Menghitung Ukuran Pintu dan Jendela


Pintu dan Jendela ialah bagian penting dalam bangunan sebagai terusan keluar masuk orang, barang dan udara. Sehingga dalam Hal ini penting untuk mengenali berapa ukuran pintu dan jendela yang bagus untuk rumah tinggal. Berikut Adalah ulasannya.

Ukuran Standar Pintu


Ukuran Pintu

Ukuran kriteria pintu setiap ruangan tidak mampu disamakan. Namun mampu kita bedakan menurut tata letak dan fungsinya. Berikut adalah ukuran persyaratan pintu yang sering digunakan di lapangan. Ukuran yang tersaji yakni ukuran lubang, tidak termasuk kusen.

1. Pintu Utama 


Merupakan pintu masuk utama atau pintu awal untuk kita masuk kedalam rumah. Ukuran kriteria untuk pintu ini (lebar x tinggi) yakni 90cm x 210cm. Jika rumah memiliki ukuran yang lebih sempit, ukuran pintu utama bisa dikurangi menjadi 85 cm x 210 cm dan yang terkecil adalah 80 cm x 210 cm. 

Ukuran lebar daun pintu utama sebaiknya dilarang kurang dari 80 cm sebab akan terasa sempit dan susah bergerak. Jika mengharapkan ruang masuk yang lebih luas, semestinya memakai jenid pintu double swing (pintu buka ganda) atau double sliding (pintu geser ganda).
 
 Pintu dan Jendela merupakan bagian penting dalam bangunan sebagai akses keluar masuk oran Ukuran Standar Pintu Dan Jendela Rumah Tinggal Lengkap
Contoh desain pintu utama double sliding

 
Ukuran persyaratan pintu dobel adalah 120 cm x 210 cm dengan pembagian daun pintu menjadi dua, masing-masing mempunyai lebar 60 cm. Pintu dobel ini sangat baik diletakkan di tengah-tengah ruangan sehingga kita akan mendapatkan aksen simetris pada pintu masuk.

Fungsi dari pintu utama yakni kawasan masuknya orang dan barang-barang. Juga daerah kita memasukkan barang dengan ukuran besar dan kawasan keluar masuk seluruh penghuni rumah. Untuk fungsi ini dibutuhkan ukuran pintu ini lebih besar dari ukuran pintu lainnya.

2. Pintu Kamar


Pintu ini ialah sub entrance. mempunyai ukuran lebih kecil dari ukuran pintu utama dengan lebar x tinggi = 80cm x 190cm. Pintu kamar sebaiknya mempunyai lebar tidak kurang dari 75 cm supaya lebih mudah untuk bergerak.
 
 Pintu dan Jendela merupakan bagian penting dalam bangunan sebagai akses keluar masuk oran Ukuran Standar Pintu Dan Jendela Rumah Tinggal Lengkap
Contoh rancangan pintu kamar

Fungsi dari pintu kamar hanya untuk masuk penghuni kamar tersebut dan ukuran barang yang dimasukkan kedalam kamar relatif lebih kecil ukurannya. Namun lebar pintu kamar harus cukup untuk memasukkan barang-barang utama mirip kasur, lemari, meja dll.

3. Pintu Area Servis

Pintu ini mampu dipakai untuk toilet atau gudang. Pintu ini memiliki ukuran lebar yang lebih kecil dari ukuran pintu yang lain ialah 70cm x 180cm.
 

 Pintu dan Jendela merupakan bagian penting dalam bangunan sebagai akses keluar masuk oran Ukuran Standar Pintu Dan Jendela Rumah Tinggal Lengkap
Contoh rancangan pintu kamar mandi

Fungsi pintu ini di sesuaikan dengan ukuran ruang servis seperti toilet yang patokan nya yakni 150cm x 200cm. Tidak memiliki fungsi mirip pintu-pintu lain yang di gunakan untuk memasukkan barang-barang dengan ukuran besar dan sirkulasi yang padat.

Bahkan untuk pintu gudang kecil (gang) pintunya dapat diperkecil sampai ukuran 60cm x 210cm. Itupun jikalau tidak ada orang yang masuk ke dalam ruangan tersebut.

Ukuran Standar Jendela


Ukuran Jendela



Jendela juga memiliki variasi ukuran yang disesuaikan dengan fungsi dan tata letaknya dalam ruangan. Berikut yaitu uraian tentang ukuran lubang jendela pada rumah tinggal.

1. Jendela utama


Jendela ini lazimterletak didepan atau lebih tepatnya berhadapan langsung dengan ruang tamu atau pun ruang utama keluarga. Jendela ini memiliki ukuran minimal 80cm x 120cm dengan berulang kali pengulangan (1-3 kali).
 

 Pintu dan Jendela merupakan bagian penting dalam bangunan sebagai akses keluar masuk oran Ukuran Standar Pintu Dan Jendela Rumah Tinggal Lengkap
Contoh jendela utama pada ruang keluarga

Ruang tamu atau Ruang Keluarga lazimnya memiliki ukuran yang luas dan aktivitas yang padat sehingga membutuhkan jendela dengan tajil yang luas untuk pencahayaan ruangan dalam rumah dan sumber pertukaran udara.

Perlu dicatat bahwa ukuran jendela utama bisa dibuat seluas mungkin bahkan seukuran dinding, namun riskan pada penyinaran yang berlebih di siang hari, sehingga perlu ditutupi gorden.


2. Jendela Kamar


Jendela ini mempunyai ukuran relatif lebih kecil dari jendela utama dikarenakan fungsi jendela untuk melayani kamar tidur dengan situasi yang lebih privat dan ukuran yang relatif lebih sempit. Jendela ini mempunyai ukuran 60cm x 80cm, bisa dengan beberapa kali pengulangan (1-2 kali).

Sebaiknya letak jendela kamar tidak mengarah pribadi pada bagian vital ruangan sehingga tidak mengusik privasi penghuni. Tidak baik juga meletakan jendela tepat di atas kepala ranjang/daerah tidur.

Baca Juga :

Sumber https://www.arsitur.com/

Rabu, 19 Mei 2021

Penerapan Ergonomi Dalam Perancangan

 Ergonomi adalah ilmu dari pembelajaran multidisiplin ilmu lain yang  menjembatani beberap Penerapan Ergonomi dalam Perancangan
Penerapan Ergonomi dalam Perancangan


Ergonomi adalah ilmu dari pembelajaran multidisiplin ilmu lain yang  menjembatani beberapa disiplin ilmu dan professional, serta merangkum info, temuan, dan prinsip dari masing-masing keilmuan tersebut. Keilmuan yang dimaksud antara lain ilmu faal, anatomi, psikologi faal, fisika, dan teknik.

Tujuan Penerapan Ergonomi

Secara biasa tujuan dari penerapan ergonomi, antara lain:

a. Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental 

Melalui upaya pencegahan cidera dan penyakit balasan kerja, menurunkan beban kerja fisik dan mental, mengupayakan penawaran khusus dan kepuasan kerja;

b. Meningkatkan kesejahteraan sosial 

Melalui kenaikan mutu kontak sosial dan mengkoordinasi kerja secara tepat, guna meningkatkan jaminan sosial baik selama masa waktu usia produktif maupun sesudah tidak produktif;

c. Menciptakan keseimbangan rasional 

Antara aspek teknis, hemat, dan antropologis dari setiap metode kerja yang dilakukan sehingga tercipta kualitas kerja dan kualitas hidup yang tinggi. (Tarwaka. dkk, 2004).

Baca juga : 10 Jenis Pemasangan Lampu (Lighting Fixtures)

Penerapan Ergonomi

Terdapat beberapa aplikasi / penerapan dalam pelaksanaan ilmu ergonomi. Aplikasi / penerapan tersebut antara lain:

a. Posisi Kerja

Terdiri dari posisi duduk dan posisi bangun, posisi duduk dimana kaki tidak terbebani dengan berat badan dan posisi stabil selama bekerja. Sedangkan posisi berdiri dimana posisi tulang belakang vertikal dan berat badan tertumpu secara sepadan pada dua kaki.

b. Proses Kerja

Para pekerja dapat menjangkau perlengkapan kerja sesuai dengan posisi waktu bekerja dan sesuai dengan ukuran anthropometrinya. Harus dibedakan ukuran anthropometri barat dan timur.

c. Tata letak kawasan kerja

Display mesti terperinci tampakpada waktu melaksanakan kegiatan kerja. Sedangkan simbol yang berlaku secara internasional lebih banyak digunakan dibandingkan dengan kata-kata.

d. Mengangkat beban

Bermacam-macam cara dalam mengangkat beban ialah, dengan kepala, bahu, tangan, punggung dsbnya. Beban yang terlalu berat dapat menyebabkan cedera tulang punggung, jaringan otot dan persendian balasan gerakan yang berlebihan.

Metode Penerapan Ergonomi

Terdapat beberapa sistem dalam pelaksanaan ilmu ergonomi. Metode-tata cara tersebut antara lain:

a. Diagnosis

Dapat dilaksanakan melalui wawancara dengan pekerja, inspeksi tempat kerja penilaian fisik pekerja, uji pencahayaan, ergonomic checklist dan pengukuran lingkungan kerja yang lain. Variasinya akan sungguh luas mulai dari yang sederhana hingga kompleks.

b. Treatment

Pemecahan dilema ergonomi akan tergantung data dasar pada ketika diagnosis. Kadang sangat sederhana seperti merubah posisi mebel, letak pencahayaan atau jendela yang sesuai. Membeli furniture sesuai dengan demensi fisik pekerja.

c. Follow-up

Dengan penilaian yang subyektif atau obyektif, subyektif contohnya dengan menanyakan kenyamanan, bab badan yang sakit, nyeri pundak dan siku, keletihan , pusing dan lain-lain. Secara obyektif misalnya dengan parameter produk yang ditolak, ketidakhadiran sakit, angka kecelakaan dan lain-lain.

Baca juga : Layanan Dasar (Basic Service) Rumah Untuk Tempat Tinggal

Prinsip Ergonomi

Memahami prinsip ergonomi akan mempermudah evaluasi setiap peran atau pekerjaan walaupun ilmu pengetahuan dalam ergonomi terus mengalami kemajuan dan teknologi yang dipakai dalam pekerjaan tersebut terus berubah. 

Prinsip ergonomi yaitu anutan dalam menerapkan ergonomi di tempat kerja, menurut Baiduri dalam diktat kuliah ergonomi terdapat 12 prinsip ergonomi ialah:
a. Bekerja dalam posisi atau postur normal
b. Mengurangi beban berlebihan
c. Menempatkan perlengkapan semoga selalu berada dalam jangkauan
d. Bekerja sesuai dengan ketinggian dimensi tubuh
e. Mengurangi gerakan berulang dan berlebihan
f. Minimalisasi gerakan statis
g. Minimalisasikan titik beban
h. Mencakup jarak ruang
i.  Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman
j.  Melakukan gerakan, olah raga, dan peregangan ketika melakukan pekerjaan
k. Membuat biar display dan pola mudah dimengerti
l.  Mengurangi stres

Pengelompokan Bidang Kajian

 Ergonomi adalah ilmu dari pembelajaran multidisiplin ilmu lain yang  menjembatani beberap Penerapan Ergonomi dalam Perancangan
Penerapan Ergonomi dalam Perancangan


Pengelompokkan bidang kajian ergonomi  yang secara lengkap dikelompokkan oleh Dr. Ir. Iftikar Z. Sutalaksana (1979) sebagai berikut:

a. Faal Kerja, 

Yaitu bidang kajian ergonomi yang meneliti energi insan yang dikeluarkan dalam sebuah pekerjaan. Tujuan dan bidang kajian ini yakni untuk perancangan tata cara kerja yang dapat meminimasi konsumsi energi yang dikeluarkan dikala melakukan pekerjaan .

b. Antropometri

Yaitu bidang kajian ergonomi yang berafiliasi dengan pengukuran dimensi tubuh insan untuk dipakai dalam perancangan perlengkapan dan kemudahan sehingga sesuai dengan pemakainya.

c. Biomekanika 

Yaitu bidang kajian ergonomi yang berhubungan dengan mekanisme badan dalam melakukan suatu pekerjaan, misalnya keterlibatan otot insan dalam bekerja dan sebagainya.

d. Penginderaan 

Yaitu bidang kajian ergonomi yang akrab kaitannya dengan duduk perkara penginderaan insan, baik indera penglihatan, penciuman, perasa dan sebagainya.

e. Psikologi kerja 

Yaitu bidang kajian ergonomi yang berkaitan dengan imbas psikologis dan suatu pekerjaan kepada pekerjanya, contohnya terjadinya stres dan lain sebagainya.
Pada prakteknya, dalam mengecek suatu tata cara kerja secara ergonomi, kelima bidang kajian tersebut dipakai secara sinergis sehingga ditemukan suatu solusi yang optimal, sehingga seluruh bidang kajian ergonomi ialah sebuah metode terintegrasi yang semata-mata ditujukan untuk perbaikan keadaan insan pekerjanya.

Baca juga :  Daftar Sanitary dan Aksesoris Kamar Mandi

Macam-macam Ergonomi

Spesialisasi bidang ergonomi meliputi : ergonomi fisik, ergonomi kognitif, ergonomi sosial, ergonomi organisasi, ergonomi lingkungan dan aspek lain yang sesuai. Evaluasi ergonomi merupakan studi wacana penerapan ergonomi dalam suatu metode kerja yang bermaksud untuk mengetahui keunggulan dan kekurangan penerapan ergonomi, sehingga ditemukan suatu rancangan keergonomikan yang terbaik.

a. Ergonomi fisik 

Berkaitan dengan anatomi badan insan, anthropometri, karakteristik fisiolgi dan biomekanika yang bekerjasama dnegan aktifitas fisik. Topik-topik yang berhubungan dalam ergonomi fisik antara lain : postur kerja, pemindahan material, gerakan berulan-ulang, MSD, tata letak kawasan kerja, keamanan dan kesehatan.

b. Ergonomi kognitif 

Berkaitan dengan proses mental insan, tergolong di dalamnya; persepsi, kenangan, dan reaksi, selaku akibat dari interaksi manusia terhadap pemakaian elemen metode. Topik-topik yang berhubungan dalam ergonomi kognitif antara lain; beban kerja, pengambilan keputusan, performance, human-computer interaction, keandalan insan, dan stres kerja.

c. Ergonomi organisasi 

Berkaitan dengan optimasi metode sosioleknik, tergolong sturktur organisasi, kebijakan dan proses. Topik-topik yang relevan dalam ergonomi organisasi antara lain; komunikasi, MSDM, perancangan kerja, perancangan waktu kerja, timwork, perancangan partisipasi, komunitas ergonomi, cultur organisasi, organisasi virtual, dll.

d. Ergonomi lingkungan 

Berkaitan dengan pencahayaan, temperatur, kebisingan, dan getaran. Topik-topik yang relevan dengan ergonomi lingkungan antara lain; perancangan ruang kerja, metode akustik, dll

Kasus Ergonomi

 Ergonomi adalah ilmu dari pembelajaran multidisiplin ilmu lain yang  menjembatani beberap Penerapan Ergonomi dalam Perancangan
Penerapan Ergonomi dalam Perancangan


Terdapat beberapa perkara dalam pelaksanaan ilmu ergonomi. Kasus-perkara tersebut antara lain:

a. Dalam pengukuran performansi atlet.

Pengukuran jangkauan ruang yang diperlukan dikala kerja. Contohnya: jangkauan dari gerakan tangan dan kaki efektif pada ketika bekerja, yang dikerjakan dengan berdiri atu duduk.

b. Pengukuran variabilitas kerja.

Contohnya: analisis kinematika dan kesanggupan jari-jari tangan dari seseorang juru ketik atau operator komputer.

c. Antropometri dan Aplikasinya dalam Perancangan Fasilitas Kerja

Anthropometri secara luas akan dipakai selaku pertimbangan-usulanergonomis dalam membutuhkan interaksi manusia.

Baca juga : Cara Menghemat Listrik AC di Rumah

d. Kasus bekerja sambil duduk

Seorang pekerja yang saban hari menggunakan komputer dalam melakukan pekerjaan dengan posisi yang tidak nyaman, maka sering kali dia merasakan ganjalan bahwa tubuhnya sering mengalami rasa sakit/nyeri, utamanya pada bab bahu, pergelangan tangan, dan pinggang.

e. Kasus manual material handling

Kuli panggul di pasar sering sekali mengalami penyakit herniadan juga low back pain akibat mengangkut beban di luar recommended weighting limit (RWL).

f.  Kasus information ergonomic atau kognitive ergonomic

Operator reaktor sukar untuk membedakan beraneka macam info yang disampaikan oleh display khususnya pada dikala suasana darurat/emergency. Hal ini disebabkan sebab gosip tersebut susah dimengerti oleh operator tersebut. Kejadian yang sama sering juga dialami oleh pilot, dimana harus menghadapi banyak display pada waktu yang bersamaan.

Demikian Tentang Penerapan Ergonomi, Semoga berguna.

Sumber https://www.arsitur.com/

Senin, 03 Mei 2021

Unsur Perancangan Kota Atau Urban Design

Ruang lingkup dari urban design merupakan bab dari proses perancangan yang berkaitan dengan kualitas fisik lingkungan sebuah daerah urban atau kota. Ada delapan komponen dalam memilih urban design, yaitu :


 Ruang lingkup dari urban design merupakan bagian dari proses perancangan yang berkaitan d Elemen Perancangan Kota atau Urban Design
Elemen Perancangan Kota atau Urban Design


1 Tata Guna Lahan

Tata guna lahan ialah pengaturan lahan menurut fungsi-fungsi dalam sebuah daerah yang mampu menunjukkan citra keseluruhan bagaimana tempat-kawasan pada satu kawasan menurut fungsinya (Diartika, 2004:29). Aspek yang diamati dalam tata guna lahan yaitu KDB, KLB, GSB, tinggi bangunan, dan lain sebagainya.

2 Sirkulasi dan Parkir

Sirkulasi dan parkir ialah suatu metode yang menghubungkan banyak sekali jenis peruntukkan lahan, baik secara makro maupun mikro dengan tiga bagian, mirip circulation and parking, pendestian ways, serta activity support (Diartika, 2004:37).  Adapun area parkir merupakan suatu elemen penting yang mampu memberi citra fisik sebuah daerah dengan dua jenis parkir, ialah parkir di jalan (on street parkir) dan parkir di luar jalan (off street barking)  baik dalam bentuk parkir terbuka maupun gedung parkir.

Baca juga : Perbedaan Desa Dan Kota

3 Tata Bangunan

Tata bangunan memiliki tujuan untuk mengorganisir volume bangunan yang cocok dengan KLB yang telah berlaku serta untuk membedakan jenis aktifitas yang akan berlangsung dalam ruang tersebut  (Diartika, 2004:47). Dengan tujuan untuk memilih tata bangunan, bentuk, besaran dan massa bangunan yang dapat menampung banyak sekali kegiatan yang terjadi dalam kawasan tersebut.

4 Jalur Pejalan Kaki

Perancangan jalur pejalan kaki yang bagus mampu mereduksi ketergantungan pada kendaraan di sentra kota, mengembangkan volume pergerakan, memajukan kualitas lingkungan serta memajukan mutu udara dari polusi yang ada  (Diartika, 2004:56). Jalur pejalan kaki tidak cuma difungsikan sebagai jalan semata akan tetapi mampu difungsikan pula selaku daerah terjadinya interaksi antara manusia, ruang terbuka, tempat untuk berleha-leha dan bermain.

Ada tiga jenis jalur pejalan kaki dalam tata ruang terbuka, adalah jalur pejalan kaki penuh, jalur pejalan kaki transit, dan jalur pejalan kaki semi. Adapun beberapa hal yang mesti diamati dalam mendesain jalur pejalan kaki, di antaranya adalah asal dan tujuan pergerakan serta volume pada jam puncak.

Baca juga : Pengertian Waterfront dalam Desain

5 Aktivitas Pendukung

Aktifitas pendukung merupakan penggunaan ruang fisik tempat untuk kegiatan biasa yang mampu membangkitkan dan menghubungkan pusat-pusat acara yang berada dalam suatu tempat yang memiliki keterkaitan yang sangat besar lengan berkuasa dengan jalur pendestrian dan ruang terbuka. Ada empat prinsp dalam perancangan kegiatan penunjang di antaranya (Diartika, 2004:65), yakni selaku berikut :
  1. Koordinasi antara acara dengan lingkungan binaan (ruang-ruang) yang dirancang.
  2. Keragaman dan interaksi kegiatan yang dihadirkan dalam ruang.
  3. Bentuk kegiatan yang memperhatikan faktor budaya dan karakter setempat.
  4. Pengadaan akomodasi lingkungan berupa daerah istirahat dari bahan setempat yang menyanggupi standar desain.

6 Ruang Terbuka dan Tata Hijau

Ruang terbuka hijau merupakan sebuah ruang yang berada dalam suatu daerah yang berisikan elemen hard space dan soft space yang umumnya ada didalam ruang terbuka ini akan terjadi suatu interaksi sosial  (Diartika, 2004:68). Elemen perancangan ruang terbuka terdiri dari taman, lapangan umum, dingklik-dingklik, perkebunan, air, penerangan jalan, kios-kios, pancuran air, patung, petanda, dan kemudahan lalu lintas lainnya.

Baca juga : Kota : Pengertian, Peranan dan Cirinya

7 Preservasi dan Konservasi

Preservasi yaitu pelestarian sebuah kawasan persis seperti keadaan aslinya tanpa adanya perubahan termasuk upaya untuk mencegah kehancuran, sedangkan konservasi ialah suatu upaya untuk memelihara sebuah tempat sehingga makna dan kawasan tersebut dapat dipertahankan (Diartika, 2004:72).

8 Sistem Penanda

Tanda menyatakan suatu tulisan, lambang, gambar, atau bendera yang memberi instruksi terhadap seseorang dan memiliki arti atau makna di dalamnya  (Diartika, 2004:85). Sistem penanda mempunyai aneka macam fungsi di antaranya selaku petunjuk arah, pengenal, kendali kepada lalu lintas, pemberi informasi, dan lambang. Sistem penanda ialah alat komunikasi antara subjek dan objek yang mampu menawarkan berita kepada pengamat.

Demikianlah mengenai 8 Elemen Perancangan kota atau 8 Elemen Urban Desain, supaya berfaedah dan mampu menambah pengetahuan.
Credits : Agus Prayoga

Sumber https://www.arsitur.com/

Minggu, 02 Mei 2021

Pemahaman Waterfront Dalam Desain

Pengertian Waterfront

Echols dalam Soesanti (2010:116) menyatakan waterfront ialah kawasan tepi bahari, bab kota yang memiliki batas dengan air atau kawasan pelabuhan sedangkan Urban waterfront menurut Wrenn dalam Soesanti (2010:116) merupakan sebuah lingkungan perkotaan yang berada ditepi atau dekat dengan daerah perairan.

 menyatakan waterfront merupakan daerah tepi laut Pengertian Waterfront dalam Desain
Pengertian Waterfront dalam Desain


Dari kedua pengertian tersebut maka mampu disimpulkan bahwa waterfront ialah suatu kawasan atau area yang berada dekat atau memiliki batas pribadi dengan kawasan perairan yang mana area pertemuan tersebut terdapat suatu acara.

Baca juga :  Jenis-jenis Terasering Lengkap dengan Gambar

Jenis-Jenis Waterfront

Berdasarkan tipologi projeknya Breen dalam Fitrianto (2014:14) membedakan waterfront menjadi tiga antaranya konservasi, pembangunan kembali (redevelopment), dan mengembangan (development).

  1. Waterfront konservasi adalah penataan waterfront kuno atau usang yang ada sampai dikala ini dan menjaganya agar tetap ada
  2. Waterfront redevelopment merupakan suatu upaya untuk membangkitkan kembali fungsi-fungsi waterfront usang dengan mengubah atau membangun kembali fasilitas-kemudahan yang ada tersebut.
  3. Waterfront development ialah suatau usaha untuk membuat waterfront yang menyanggupi keperluan kota dikala ini dan kurun depan dengan cara mereklamasi pantai.

Berdasarkan fungsinya, waterfront mampu dibedakan menjadi empat jenis, ialah mixed-used waterfront, recreational waterfront, residental waterfront, dan working waterfront Breen dalam Soesanti (2010:116).
  1. Mixed-used waterfront merupakan suatu kombinasi waterfront yang berisikan area perumahan, perkantoran, restoran, pasar, rumah sakit dan kawasan-tempat kebudayaan.
  2. Recreational waterfront merupakan sebuah daerah waterfront yang menawarkan fasilitas dan prasarana untuk kegiatan wisata, seperti taman, arena bermain, daerah pemancingan dan akomodasi untuk kapal pesiar.
  3. Residental waterfront ialah suatu kawasan perumahan, hotel, apartemen dan lain sebagainya yang dibangun di tepi perairan.
  4. Working waterfront ialah suatu kawasan untuk industri nelayan, kegiatan komersial, reparasi kapal pesiar, industri dan segala sesuatu yang  berhubungan dengan pelabuhan.

Kriteria Waterfront

Kriteria lazim dari penyusunan rencana waterfront adalah Prabudiantoro dalam Soesanti (2010:116)
  1. Berlokasi dan berada di tepi sebuah daerah perairan yang besar (laut,  danau, sungai, dan lain sebaginya).
  2. Merupakan area pelabuhan, perdagangan, permukiman, atau  pariwisata.
  3. Memiliki fungsi-fungsi utama sebagai tempat rekreasi, permukiman  atau pelabuhan.
  4. Terdapat pemandangan serta berorientasi ke arah perairan.
  5. Pembangunan arah vertikal-horizontal.

Baca juga : Karakteristik Desain Waterfront

Aspek Perencanaan Waterfront

Terdapat tiga aspek yang dipergunakan dalam penyusunan rencana suatu waterfront, yakni aspek arsitektural, aspek keteknikan, aspek sosial budaya. Aspek arsitektural berkaitan dengan pembentukan citra (image) dari kawasan waterfront dan bagaimana membuat tempat waterfront yang mampu memenuhi nilai-nilai estetika.

Aspek keteknikkan berhubungan dengan penyusunan rencana struktur dan teknologi materi yang dipergunakan dalam penyusunan rencana waterfront yang mampu mengatasi hambatan-hambatan dalam perancangan waterfront seperti stabilitas perairan, banjir, korosi, erosi, keadaan alam setempat, dan lain sebagainya. Aspek sosial budaya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang berada dan di sekitar tempat waterfront tersebut.

Sumber https://www.arsitur.com/