Tampilkan postingan dengan label profesi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profesi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 April 2021

Perbedaan Profesi Dan Profesional

Pengertian kedua ini profesional dikontraskan dengan non-profesional atau amatir Profesionalisme menunjuk terhadap komitmenteorifaham para anggota suatu profesi untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya dan terus-menerus membuatkan strategistrategi yang digunakannya dalam melaksanakan pekerjaan yang cocok dengan profesinya. Perbedaan profesi profesional profesionalitas dan profesionalisme perlu dipahami untuk menjadi acuan tingkat kinerja kita. Kajian Etika Profesi Di Bidang It Ppt Download Kalau seseorang ditanya tentang apa profesinya maka umumnya mereka akan menjawab wacana apa yang mereka lakukan sehari-hari. Perbedaan profesi dan profesional . Perbedaan pemahaman Profesi Profesional Profesionalitas Profesionalisasi dan Profesinalisme 0723 ETIKA 1 comment Teman-sobat atau pembaca yang berbahagia kembali lagi dalam blog yang sederhana ini. Meski begitu masih banyak juga yang belum tahu dan belum mengetahui betul mengenai arti dari kata profesi dan juga professional. Untuk menjawab beberapa pertanyaan yang timbul di dalam hati ini aku akan sedikit menjelaskan lewat artikel aku di situs pendidikan ini wacana pengertian profesi profesional profesionalisme. Rina Suryanti SHI MSy Oleh Hosnan S20153017 Mursyid S20153018 Ahmad Hadi Rojani S20153032 Rifun Asyari S20153033 Misbahul Hasan S20163035 FAKULTAS SYARIAH PROGRAM STUDI HUKUM TATA NEGARA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER 2018 Page 1 Perbedaan Profesi Profesi. Sebuah profesi atau pekerjaan seseorang sering dianggap selaku tolak ukur strata sosial di mata masyarakat. Arief Andy Soebroto ST MKom. Pengertian Profesi Profesional Profesionalisasi Profesionalisme Profesionalitas - Pernah mendengar apa itu profesi profesional akan namun belum paham betul bergotong-royong dari maksud kata tersebut. PROFESI Profesi atau pekerjaan ada empat hak yang mesti dipenuhi yaitu. Kaum profesional cenderung menertibkan kerja dan pengetahuan teoretis mereka biar terhindar adanya intervensi dari luar. Secara sekilas hampir tidak ada perbedaan dari beberapa ungkapan tersebut. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mendengarkanpenjabarannya selaku berikut. Etika meliputi analisis dan penerapan rancangan seperti benar salah baik buruk dan tanggung jawab. Profesional merupakan seseorang yang menjalankan pekerjaannya sesuai dengan tuntutan profesi atau dengan kata lain memiliki kesanggupan dan perilaku sesuai dengan tuntutat profesi nya. Perbedaan Profesi Profesional dan Profesionalisme. Kedua kata tersebut memang sungguh diharapkan dalam membangun suatu pekerjaan. Pedoman sikap mereka adalah arahan etik. Kedua hak yang diturunkan dari pekerjaan mirip upah perhatian terhadap kesehatan juga. MAKALAH PERBEDAAN PROFESI DAN PROFESI HUKUM Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah ETIKA PROFESI HUKUM Dosen Pengampu. Namun kita belum mengerti sepenuhnya apa perbedaan antara profesi dengan pekerjaan yang bahu-membahu sehingga sering dua hal tersebut dianggap sama. Perbedaan ketiga istilah ini pada dasarnya terletak pada Keahlian. Istilah profesi dan professional tentu saja sering kamu dengar di dalam dunia kerja. Dengan demikian mengerti pengertian dan perbedaan profesi profesional profesionalitas dan profesionalisme penting untuk menjadi acuan tingkat kinerja kita. Kalangan profesional lazimnya mempunyai asosiasi profesi instruksi etik serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Perbedaan Profesi Dan Pekerjaan Ketika membaca ihwal pengertian kedua acara tersebut mungkin Anda telah terbayang apa saja perbedaan profesi dan pekerjaan. Perbedaan Pengertian Profesional Dan Profesi. PROFESI GURU DAN GURU PROFESSIONAL 1. Pertama hak yang terkait dengan pekerjaan secara langsungoleh karena itu mesti bebas dari perbudakan bebas dari kerja paksa bebas melakukan pekerjaan serta mendapatkan layanan yang memadai. Berikut ini penjelasan tentang perbedaan profesi profesional profesionalitas dan profesionalisme. Bahkan banyak orang pula yang tidak tahu tentang perbedaan profesi dan professional. Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu Ethikos yang berati muncul dari kebiasaan adalah cabang utama dari filsafat yang mempelajari nilai atau mutu yang menjadi studi perihal standar dan penilaian etika. Perbedaan Profesi dan Profesional. Ini ialah tugas budpekerti profesi kelas SI-B. Kaprikornus perbedaan antara profesi dengan professional dapat disimpulkan bahwa. Perbedaan Profesi Dan Pekerjaan. Istilah profesi profesional profesionalitas dan profesionalisme sering kita dengar terutama dalam hal penyelenggaraan pelayanan publik. Skill khusus yang dimiliki seseorang bisa menghantarkan dia untuk punya suatu Profesi dan menjadi seorang yang profesional lalu secara konsisten dan terus-menerus mengupayakan kemajuan untuk menjadi Profesionalisme. Jelasnya bahwa profesi merupakan pekerjaan purna waktu. Berikut ini ialah dua sifat etika ialah. Seorang profesional melakukan kegiatan nya menurut golongan yang besar lengan berkuasa berlandaskan kemampuan yang dimiliki dan bukan secara amatir. Profesi ialah pekerjaan tetapi belum tentu semua pekerjaan adalah profesi. Perbedaan Perawat Vokasional Profesional Profesional Spesialis. Ya contohnya saja sebagai seorang dokter guru nelayan pedagang petinju arsitek tukang loper koran petugas fotocopy pramuniaga sampai staf dan karyawan pemerintahan sampai militer pun lazimdisebut sebagai profesi. Profesi Ppt Download Pekerjaan Profesi Dan Profesional Ppt Download Profesi Dan Profesional Ppt Download Kebidanan Sebagai Profesi Ppt Download Bab I Perkembangan Etika Profesi Ppt Download Perbedaan Profesi Profesional Profesionalitas Dan Profesionalisme
Sumber https://pemburusoaljawaban.blogspot.com

Kamis, 10 Desember 2020

Konsultan Struktur : Peran, Skill Dan Karir

Konsultan Struktur merancang, menganggap, dan memeriksa struktur untuk menentukan struktur yang dibuat efisien dan stabil. Rekayasa struktural secara tradisional dianggap selaku sub-disiplin teknik sipil, tetapi, sudah meningkat sebagai keutamaan yang penting dan kompleks dan kini diakui selaku disiplin teknik dalam ilmu bangunan.

 dan memeriksa struktur untuk memastikan struktur yang dibuat efisien dan stabil Konsultan Struktur : Tugas, Skill dan Karir
Konsultan Struktur : Tugas, Skill dan Karir

konsultan perencana struktur juga melayani jasa hitung struktur bangunan dan RAB struktur. Proyek-proyek yang sudah dilakukan diantaranya yakni proyek-proyek bangunan struktur rumah, ruko, apartemen, bangunan industri, gedung multi fungsi, gudang baja dan lainnya. Tugas ini yaitu peran teknis dan inovatif yang melibatkan kerja sama akrab dengan para profesional dari disiplin ilmu lain.

Skill dan Keahlian

Dalam karir profesionalnya, konsultan struktur mesti menguasai berbagai skill dan keterampilan tentang struktur. Lingkup layanan yang bisa diberikan oleh Konsultan struktur biasanya meliputi:
  • Penilaian dan survei lokasi.
  • Investigasi geoteknis dan geologi.
  • Persiapan dokumen pengarahan, studi kelayakan dan penilaian opsi.
  • Penyusunan dokumentasi tender dan penilaian tender.
  • Penilaian dan integrasi pekerjaan oleh seorang ahli.
  • Studi lingkungan.
  • Investigasi material.
  • Studi perbaikan tanah.
  • Desain struktural dan perincian fondasi, dinding penahan bangunan, jalan, jembatan dan sebagainya.
  • Penilaian beban khusus.
  • Proteksi kebakaran struktur.
  • Penilaian dan desain pembongkaran.
  • Pengajuan peraturan bangunan.
  • Tugas beresiko.
  • Manajemen nilai.
  • Inspeksi dan pengujian di kawasan.
  • Penilaian cacat pengembangan solusi remediasi.
  • Kesaksian saksi ahli untuk kebutuhan pengadilan dan asuransi.

Tugas, Tanggung Jawab dan Karir

Kegagalan struktural bisa sangat merugikan proyek jangka pendek dan jangka panjang. Oleh alasannya itu penting untuk menentukan individu atau perusahaan yang memiliki rekam jejak dan pengalaman yang baik dalam proyek-proyek serupa secara struktural. Profesional berkualifikasi yang sesuai forum resmi penting untuk diperhatikan, disamping portofolio proyek yang pernah dikerjakannya.

Lembaga seperti Inkindo (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) lazimnya akan meminta anggotanya untuk mempertahankan kompetensi profesional mereka lewat acara pengembangan profesional berkelanjutan melalui seminar dan training, untuk memegang asuransi ganti rugi profesional dan untuk mematuhi arahan praktik.

Ini yaitu praktik yang bagus untuk mempekerjakan Konsultan struktur menurut kesanggupan, kompetensi, dan mutu mereka, jangan cuma menimbang-nimbang konsultan dengan biaya terendah. Desain yang bagus yang mengeksplorasi aneka macam opsi untuk mendapatkan solusi terbaik mampu meminimalisir ongkos yang signifikan dan memperpanjang umur bangunan.

Lulusan teknik sipil yang menggeluti bidang konsultan struktur biasanya akan memulai karir dengan bekerja di konsultan struktur dan menemukan aneka macam pengalaman. Setelah itu barulah mencari akta keahlian dan pengalaman yang biasanya minimal diperlukan waktu 3 tahun. Kita mungkin tidak mampu menjadi profesional eksklusif ketika lulus dan hanya mengandalkan teori dari kampus semata. Pengalaman merupakan kunci yang sangat penting disini.

Demikian perihal Konsultan Struktur : Tugas, Skill dan Karirnya, semoga bermanfaat dan mampu membuka wawasan.
Sumber https://www.arsitur.com/

Senin, 03 Agustus 2020

21 Cara Arsitek Bekerja Lebih Pandai

Dalam pekerjaannya arsitek menghadapi banyak masalah dan tantangan seperti: mengorganisir klien, konsultan lain dan kontraktor; mengikuti kemajuan modern dengan perangkat lunak dan teknologi terbaru; menyusun tawaran penyusunan rencana dan dokumen. Jika melakukan pekerjaan dengan pandai, Anda bahkan mampu mendesain beberapa hal berbarengan. Awalnya tips ini diterbitkan oleh ArchSmarter yang menawarkan 21 tips perihal cara memaksimalkan produktivitas Anda dan meminimalkan pekerjaan yang tidak perlu.

Dalam pekerjaannya arsitek menghadapi banyak masalah dan tantangan seperti 21 Cara Arsitek Bekerja Lebih Cerdas
21 Cara Arsitek Bekerja Lebih Cerdas

Jadwal proyek kian pendek dan pendek. Jenis bangunan semakin kompleks. Kita sudah bersusah payah namun hanya ada 24 jam dalam sehari. Sebagai arsitek, seseorang mesti bekerja lebih pintar, bukan lebih keras. Bagaimana kita dapat mengoptimalkan efektivitas dan efisiensi kita ? Bagaimana kita mampu mengurus arus informasi yang makin meningkat ? Bagaimana kita bisa merancang lebih baik, lebih singkat? Berikut adalah 21 cara dimana Anda mampu bekerja lebih akil, bukan lebih keras.

Rencanakan Pekerjaan Secara Sistematis

1. Memahami perbedaan antara "efektif" dan "efisien". Efektif yaitu melaksanakan hal-hal yang benar. Efisien yaitu melaksanakan sesuatu dengan cara yang benar. Keduanya penting, tetapi Anda harus melakukan hal yang benar terlebih dulu sebelum Anda mampu melakukannya dengan cara yang benar. Kombinasikan keduanya dan Anda akan benar-benar bekerja lebih pintar, bukan lebih keras.

2. Ingat prinsip 80/20. Delapan puluh persen dari hasil yang Anda dapatkan berasal dari hanya dua puluh persen dari upaya Anda. Fokus pada hasil, bukan melakukan pekerjaan . Lebih banyak jam tidak senantiasa sama dengan hasil yang lebih banyak.

3. Buat garis besar proses dari proyek yang hendak Anda lakukan. Setiap proyek yaitu unik, tetapi peran dan urutan dalam setiap proyek sangat seperti. Garis besar proses membantu Anda menyaksikan di mana harus menetralisir tindakan atau menciptakan proses lebih efisien. Konsep kerja adalah alat yang ahli untuk duduk perkara ini.

4. Gunakan daftar checklist. Sebagian besar perangkat lunak manajemen proyek memungkinkan Anda menciptakan daftar checklist dan daftar tugas. Setelah Anda menguraikan proses, Anda mampu membuat daftar checklist untuk setiap tahap proyek. Apa yang diharapkan di setiap proyek? Masalah apa yang lazimnya Anda jumpai? Apa yang sering terlewat? Lihatlah buku Atul Gawande, The Checklist Manifesto, untuk saran praktis wacana cara membuat dan mengurus daftar checklist.

Baca juga : Daftar Skill dan Keterampilan Arsitek

Fokuskan Waktu dan Target

5. Waktu ialah satu-satunya sumber daya yang tidak mampu dibentuk atau disimpan. Itu adalahhal yang paling berguna. Lindungi waktu Anda dan gunakan secara efektif, waktu tidak mampu diulang lagi.

6. Isi waktu Anda dengan prioritas atau batas waktu terlebih dahulu.

7. Coba bekerja lebih sedikit, bukan lebih banyak. Cara ini akan memaksa Anda untuk fokus pada tugas yang paling penting. Ditambah lagi, observasi menunjukkan bahwa melakukan pekerjaan lebih dari empat puluh jam per minggu benar-benar tidak produktif.

8. Simpan catatan dari setiap waktu. Catat bagaimana Anda menghabiskan waktu kerja selama ahad biasa. Catatan ini mesti lebih rinci dari pada kartu bolos. Anda mesti merekam semua yang Anda kerjakan selama hari kerja. Menulis email ke klien, menjelajahi Internet, menciptakan daftar gambar, RAB, dll. Lakukan ini selama satu minggu sarat dan Anda akan memiliki citra yang sungguh manis perihal waktu Anda.

9. Mark Twain berkata "kalau Anda makan kodok hidup hal pertama di pagi hari, maka tidak ada yang lebih buruk akan terjadi pada seharian". Maknanya yaitu tuntaskan hal yang Anda sungguh-sungguh sukar di pagi hari, ketika Anda masih segar. Selesaikan, kemudian Anda mampu beralih ke peran yang lebih gampang sehingga mampu melakukan pekerjaan lebih kalem.

10. Jika Anda bekerja pada beberapa proyek, cobalah menjalankan tugas serupa dalam satu seri daripada melompat dari satu proyek ke proyek lain. Ini akan menghemat waktu dan energi Anda karena berkonsentrasi pada satu peran.

11. Kembangkan gaya dan ajaran Anda. Sebagai arsitek dan desainer, karya bernilai tinggi yang Anda hasilkan akan membutuhkan banyak waktu. Kita mesti karam dalam masalah untuk betul-betul memahaminya. Inilah cara kita melaksanakan pekerjaan inovatif dan terbaik.

Baca juga : Mengenal Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)

Kelola Informasi Proyek

12. Minimalisir rapat atau konferensi untuk diskusi. Sebelum menjadwalkan rapat, tanyakan pada diri sendiri: “Mengapa kita mengadakan konferensi ini? Apakah itu perlu? Apa tujuannya? ”Semakin banyak konferensi memiliki arti kian sedikit pekerjaan yang dilaksanakan. Gunakan acara untuk menyatakan tujuan dan hasil pertemuan yang dikehendaki. Jika Anda perlu bertemu secara teratur dengan tim proyek Anda, coba kerjasama lewat media sosial atau chatting.

13. Gunakan filter pesan dalam acara email Anda untuk merutekan email masuk ke folder yang cocok. Buat filter yang melihat pesan masuk untuk kata-kata "berhenti berlangganan". Jika email berisi kata-kata itu, kemungkinan itu buletin atau daftar email. Ini bukan email yang mendesak dari klien atau kolega.

14. Jangan terlalu sering menilik email Anda. Gunakan notifikasi email dan pisahkan email eksklusif, email proyek dan email sosial media mirip pinterest atau twitter yang mungkin akan sering mengantarkan email.

15. Matikan informasiemail sosial media di komputer dan telepon Anda. Itu cuma usul untuk pengalih perhatian. Seperti kita betul-betul membutuhkan lebih banyak info itu.

Baca juga : Prospek Kerja Lulusan Arsitektur

Ketahui Alat -alat Proyek yang Digunakan

16. Lakukan inventarisasi alat yang Anda gunakan (baik fisik maupun digital) setiap hari. Lihatlah contoh inventaris alat yang jago. Bandingkan setiap alat dengan pekerjaan yang Anda butuhkan. Apakah alat ini cocok untuk pekerjaan itu? Lebih baik mempunyai beberapa alat yang betul-betul Anda pahami cara menggunakannya dibandingkan dengan kotak alat besar dengan alat yang jarang dipakai.

17. Anda mungkin baru saja membeli perangkat lunak dan telah mempelajarinya bertahun-tahun yang lalu. Masalahnya yakni kita terjebak dalam cara kerja lama, utamanya bila Anda tidak memakai acara ini setiap hari. Itu sebabnya kita harus memulai seri Excel untuk Arsitek. Tidak semua fitur Excel harus dipelajari, cari yang terpenting untuk pekerjaan Anda.

18. Gunakan pintasan keyboard. Sebagian besar program memiliki pintasan keyboard untuk perintah. Dalam banyak perkara mirip AutoCAD dan SketchUp, Anda bahkan dapat memprogram shortcut keyboard sendiri. Anda dapat mengurangi banyak waktu sehari penuh dengan menggunakan lebih minim klik untuk menyelesaikan pekerjaan.

Baca juga : 21 Arsitek Wanita yang Menginspirasi Dunia

Tugas Berulang yang Otomatis

19. Buat template atau format. Apakah Anda sering mengirim email serupa? Simpan salinan email selaku template. Apakah Anda memakai dokumen serupa dari satu proyek ke proyek berikutnya? Simpan salinan sebagai templat. Sama halnya dengan CAD dan BIM. Buat file dwg template yang berisi semua lembar dan rincian persyaratan Anda. Anda mampu mengurangi banyak waktu dan mengurangi kesalahan dengan membakukan dokumen yang Anda hasilkan. Gunakan kembali semuanya.

20. Sesuaikan alat Anda untuk melakukan pekerjaan dengan cara Anda melakukan pekerjaan . Sebagian besar perangkat lunak modern fleksibel. Anda dapat menyesuaikan perangkat lunak menggunakan acara atau Antarmuka Pemrograman Aplikasi. Buat setingan sesuai dengan ketentraman Anda dalam melakukan pekerjaan .

21. Semakin sering Anda melaksanakan peran, semakin besar penghematan waktu karena kita mampu memakai bab pekerjaan yang serupa untuk dipakai kembali.

Demikianlah perihal 21 Cara Arsitek Bekerja Lebih Cerdas, Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan.
Sumber https://www.arsitur.com/

Minggu, 28 Juni 2020

Pengertian Ska Dan Skt : Fungsi, Perbedaanya, Dasar Hukum Dan Persyaratannya

Pernahkah sobat Arsitur mendengar wacana SKA atau SKT ? SKA adalah kependekan dari Sertifikat Keahlian Kerja dan SKT yaitu kependekan dari Sertifikat Keterampilan Kerja. Apa sejatinya SKA dan SKT itu ? Apakah Perbedaan Keduanya dan mengapa arsitek maupun pekerja konstruksi memerlukannya ? Hal tersebut akan kita bahas di sini.

Contoh SKA Tata Ruang Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota

SKA (Sertifikat Keahlian Kerja)

SKA yaitu Sertifikat keahlian Kerja yang dikeluarkan oleh lembaga pemerintah yang berjulukan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Serifikat SKA diberikan kepada pekerja konstruksi yang sudah menyanggupi syarat sertifikasi menurut bidang, keterampilan dan disiplin ilmu.

SKA (Sertifikat Keahlian Kerja) dapat menjadi bukti kemampuan dan kompetensi bagi seseorang dalam menjalani profesi selaku tenaga hebat, baik yang bergerak di bidang Jasa Konsultan maupun Kontraktor. SKA dibagi menjadi tiga (3) tingkatan kualifikasi selaku berikut :
1. Ahli Utama
2. Ahli Madya
3. Ahli Muda

Seseorang yang baru mengajukan SKA di suatu bidang kemampuan tertentu umumnya pertama-tama akan menerima SKA Muda. SKA ini banyak dimiliki oleh tenaga hebat muda yang baru lulus kuliah dengan pengalaman cuma beberapa tahun. SKA Madya dan Utama yakni kelanjutan atau upgrade dari SKA Muda.

Perbedaan SKA Muda, Madya dan Utama biasanya terdapat pada jangkauan pekerjaan yang dapat diambil. Semakin kecil kualifikasinya biasanya lingkup pekerjaan yang diambil juga terbatas. Aturan ini diubahsuaikan dengan masing-masing bidang dan keterampilan.

Syarat utama bagi sebuah badan usaha jasa untuk mampu menemukan sertifikasi dan registrasi dalam bidang jasa konstruksi yaitu dengan memiliki tenaga andal bersertifikat keahlian (SKA) untuk ditetapkan selaku Penanggung Jawab Teknik (PJT) atau Penanggung Jawab Bidang (PJB).

Misalnya sebuah Konsultan Arsitek yang ingin mengambil pekerjaan pengerjaan masterplan hendaknya dalam struktur organisasinya terdapat PJT seorang tenaga jago yang bersertifikat SKA Tata Ruang.

SKA biasanya mampu dikeluarkan oleh perkumpulan profesi jasa konstruksi yang sudah terakreditasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Asosiasi profesi tersebut contohnya mirip IAI, Inkindo, Astekindo, dll.

SKT (Sertifikat Keterampilan Kerja)

SKT yaitu Sertifikat Keterampilan Kerja yang dapat menjadi bukti kemampuan dan kompetensi profesi  di bidang Jasa Pelaksana Konstruksi. Berbeda dengan SKA, SKT biasanya merujuk pada pengalaman kerja dan lebih banyak ditujukan kepada Kontraktor dan Pelaksana. Tingkatan kualifikasi SKT ialah selaku berikut :
1. Tingkat I
2. Tingkat II
3. Tingkat III

Persamaan dan Perbedaan SKA dan SKT

SKA dan SKT ialah dua jenis sertifikat yang berlainan. Persamaannya adalah keduanya ialah sertifikat yang mengakui profesi di bidang konstruksi secara hukum dan legalitas. Perbedaan SKA dan SKT dapat dilihat pada peruntukannya, tujuannya, cara menemukan dan syaratnya.

SKA menekankan kata kunci "Ahli" yang merujuk pada tenaga andal mirip konsultan dan pengawas. Tenaga andal biasanya dibuktikan melalui pendidikan dan pengalaman. Syarat mendapatkan SKA biasanya adalah sekurang-kurangnyaSarjana S1.

Sementara SKT mengacu pada kata kunci "Terampil" yang terkait dengan praktik dan pelaksanaan yang sangat menekankan pengalaman. Dengan lulus Sekolah Menengan Atas atau Sekolah Menengah kejuruan umumnya sudah boleh menemukan SKT.

Seseorang mampu saja mempunyai SKA dan SKT, memiliki lebih dari satu SKA dan SKT secara langsung. Namun bila sudah masuk ke dalam organisasi perusahaan, cuma satu yang mampu berlaku, demikian juga di proyek. Jika seseorang mempunyai SKA tata ruang dan arsitektur secara bersama-sama, maka ketika menjadi PJT atau PJB di suatu perusahaan atau proyek, ia hanya mampu memakai satu saja, dihentikan namanya masuk dua kali atau lebih.

Dasar Hukum SKA dan SKT

Memiliki SKA dan SKT bukanlah sembarang akta, ada dasar hukum yang mengatur apa hak dan keharusan seseorang yang memiliki SKA atau SKT. Berikut adalah beberapa regulasi yang menjadi dasar Hukum SKA dan SKT :
  • UU nomor 18 Tahun 1999 ihwal Jasa Konstruksi
  • Peraturan Pemerintah nomor 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi
  • Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2010 Revisi dari Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2000
  • Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 369/KPTS/M/2001 tentang Pedoman Pemberian Izin Usaha Jasa Konstruksi Nasional
  • Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nomor 11 Tahun 2006 perihal Registrasi Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi.
  • Dalam Pasal 8, UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, dinyatakan bahwa sertifikasi, registrasi dan syarat SKA disediakan oleh LPJK.  Dimana Lembaga Pengembang Jasa Konstruksi ini lalu mensyaratkan tenaga mahir wajib memenuhi beberapa syarat.

Persyaratan SKA dan SKT

Persyaratan dalam mengurus SKA dan SKT terdapat beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut ada pada syarat ijazah dan pas foto yang digunakan. Untuk mendapatkan SKA, seseorang sekurang-kurangnyaberasal dari lulusan D3 atau S1. Sedangkan untuk memperoleh SKT seseorang harus mempunyai ijazah minimal SMA atau STM atau Sekolah Menengah kejuruan bidang konstruksi.

Untuk mampu menciptakan SKA, seseorang wajib menyertakan fotocopi NPWP sedangkan SKT tidak perlu melampirkan. Kaprikornus sebelum membuat SKA hendaknya seseorang sudah mempunyai NPWP terlebih dulu.

Untuk pembuatan SKA, tolok ukur yang diharapkan antara lain mengisi formulir, daftar riwayat hidup, fotocopy KTP, fotocopy NPWP, fotocopy ijazah sekurang-kurangnyaD3 atau S1, dan pas foto ukuran 3×4 berwarna sebanyak 3 lembar.

Sementara untuk persyaratan pengerjaan SKT itemnya hampir sama dengan syarat pembuatan SKA, namun tidak perlu memakai fotocopi NPWP.

Pentingnya SKA dan SKT

Fungsi dan manfaat jika mempunyai SKA dan SKT yaitu diakuinya seseorang sebagai tenaga yang berkompeten di bidangnya. Selengkapnya akan dijelaskan sebagai berikut :
  • Memiliki akta keterampilan SKA maupun SKT yaitu untuk memenuhi syarat Undang-Undang yang berlaku di Indonesia
  • Memiliki sertifikat keterampilan SKA atau SKT ialah sebagai bukti pertanggung tanggapan terhadap masyarakat dalam melaksanakan sebuah proyek
  • Sertifikat SKA dan SKT mampu menjadi contoh industri konstruksi khususnya di Indonesia untuk mengetahui tingkat keterampilan dan kemampuan di suatu bidang
  • Sebagai syarat untuk dapat mengambil atau ikut tender pada sebuah proyek tertentu. Biasanya proyek pemerintah dan BUMN maupun proyek swasta sering mencantumkan syarat SKA dan SKT untuk mereka yang mengajukan tender
  • Sebagai syarat bagi tubuh usaha jasa konstruksi untuk mendapatkan akta dan pendaftaran  sehingga bisa ikut dalam suatu tender

Demikianlah perihal Pengertian SKA dan SKT dilihat dari segi Fungsi, Perbedaanya, Dasar Hukum dan Persyaratannya. Semoga dapat berfaedah dan mampu memperbesar pengetahuan.
Sumber https://www.arsitur.com/

Sabtu, 06 Juni 2020

Jenis Kesepakatan Dalam Proyek Konstruksi

Bagaimana cara mejamin kontraktor atau arsitek akan bekerja sesuai dengan waktu yang ditentukan ? Tentu saja dengan menggunakan sistem kontrak. Ada berbagai macam persetujuan proyek yang bisa dijalankan oleh owner dengan pemasokjasa konstruksi.


Jenis Kontrak dalam Proyek Konstruksi

Dalam setiap jenis perjanjian mesti disebutkan dengan jelas jangka waktu penyelesaian proyek tersebut beserta kewajiban yang mesti dipenuhi kontraktor jika terjadi keterlambatan progres. Berikut ialah jenis-jenis kontrak dalam proyek konstruksi.

Jenis Kontrak Berdasarkan Metode Pembayaran

Berdasarkan tata cara pembayaran yang dilakukan owner, jenis kesepakatan proyek mampu dibedakan menjadi berikut :

Kontrak Harga Satuan (Unit price Contract)

Dalam perjanjian harga satuan, evaluasi harga setiap unit pekerjaan dilaksanakan sebelum proses konstruksi dimulai. Penentuan besarnya harga satuan mesti mampu mencakup seluruh ongkos yang mungkin terjadi (mirip biaya overhead, keuntungan, ongkos tak terduga, dan biaya untuk mengantisipasi risiko).

Kontrak Biaya Plus Jasa (Cost Plus Fee Contract)

Dalam sistem persetujuan biaya plus jasa, kontraktor akan mendapatkan sejumlah pembayaran atas pengeluarannya ditambah sejumlah ongkos overhead dan keuntungan yang biasanya dihitung dari persentase biaya yang dikeluarkan dalam pekerjaan tersebut.

Penentuan fee atau bayaran untuk kontraktor pada jenis perjanjian ongkos plus jasa dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini :
Jumlah tetap (cost plus fixed fee)
Pembayaran terhadap kontraktor berupa ongkos positif (actual cost) yang telah dikeluarkan oleh kontraktor ditambah biaya lazim (overhead cost) dan sejumlah keuntungan tetap (fixed fee). Kontrak seperti ini dipakai untuk pekerjaan yang sangat mendadak sehingga tidak memungkinkan merencanakan gambar rencana.

Persentase ongkos (cost plus percentage)
Kontraktor akan menerima pembayaran kembali atau ongkos ganti atas semua ongkos kasatmata (actual cost) yang telah dikeluarkan ditembah dengan kompensasi yang besarnya didasarkan persentase ongkos kasatmata sesuai kesepakatan bareng dengan pemilik proyek. Kontrak jenis ini juga digunakan untuk pekerjaan mendesak yang tidak memungkinkan merencanakan gambar rencana, namun ada kemungkinan kontraktor akan memperlambat kecepatan kerjanya supaya kompensasi yang diterima menjadi lebih banyak.

Jaminan ongkos maksimum (cost plus fee with maximum guaranteed price)
Kontraktor akan diberikan kembali semua biaya yang sudah dikeluarkannya, ditambah dengan kompensasi yang besarnya dihitung dari persentase yang sudah disepakati bersama dan dibatasi dalam jumlah maksimum tertentu.

Kontrak Biaya Menyeluruh (Lump Sum Contract)

Kontrak jenis ini digunakan pada kondisi kontraktor akan membangun suatu proyek sesuai rancangan yang ditetapkan pada sebuah persyaratan biaya tertentu (budget). Seandainya terjadi pergeseran yang menyebabkan  terjadinya perubahan biaya, harus diadakan perundingan antara pemilik dan kontraktor untuk menetapkan pembayaran yang mau diberikan kepada kontraktor.

Kontrak jenis ini harus menanti perencanaan dan perhitungan RAB final sehingga mampu menyantap lebih banyak waktu. Namun semuanya telah berkala sehingga ongkos pekerjaan lebih terukur.

Guaranteed Maximum Price Contract (GMP)

Dalam metode kontrak ini, hubungan antara pemilik proyek dengan kontraktor yang diikat oleh sebuah harga maksimum tertentu untuk menyelesaikan seluruh lingkup pekerjaan yang dipersyaratkan oleh pemilik proyek.

Jenis Kontrak Berdasarkan Aspek Pembagian Tugas

Dilihat menurut faktor pembagian peran, maka jenis perjanjian proyek dibagi menjadi sebagai berikut  ini:

Kontrak Rancang Bangun (Design and Build contract)

Pemilik hanya menentukan patokan-persyaratan yang dimaksudkan dalam KAK/TOR terhadap kontraktor utama untuk nantinya dikembangkan dan dirinci. Kontraktor mampu menunjuk konsultan perencana yang lebih ahli, namun tanggung jawab sepenuhnya tetap pada kontraktor tersebut. Sistem perjanjian ini mampu mengurangi resiko kesalahan perkiraan harga sebab keterlibatan kontraktor dalam proses perencanaan cukup berpengaruh.

Kontrak Turnkey (Contractor’s Full Prefinancing Contract)

Kontraktor dalam hal ini bertanggung jawab untuk membiayai seluruh ongkos yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Pembayaran kepada kontraktor akan dijalankan sesudah bangunan diserahkan dan siap dioperasikan oleh pemilik. Sebagai jaminan pembayaran, kontraktor mendapatkan surat jaminan bank yang besarnya senilai biaya pembangunan. Surat jaminan bank tersebut mampu dicairkan eksklusif oleh kontraktor kalau pemilik gagal mengeluarkan uang pada waktu yang sudah disepakati sementara kewajiban kontraktor sudah dipenuhi semua.

Engineering Procurement and Construction Contract (EPC)

Sistem kesepakatan yang meliputi lingkup tanggung jawab Engeneering (perekayasaan), procurement (pengadaan), construction (konstruksi) dan commissioning (uji-coba operasi) sampai menghasilkan sistem yang bisa berproduksi, misalnya pada proyek pembangunan pabrik.

Demikianlah mengenai jenis-jenis kontrak dalam proyek konstruksi, semoga berfaedah bagi sahabat aritur sekalian.

Referensi :
Ariestadi, Dian. 2008. Teknik Struktur Bangunan Jilid 1 untuk SMK. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejurua
Pembangunan Perumahan (2003). Buku Referensi untuk Kontraktor Bangunan Gedung dan Sipil, Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama
Sumber https://www.arsitur.com/